Bencana Puting Beliung Masih Intai Lereng Merapi

Bencana Puting Beliung Masih Intai Lereng Merapi

25
Joglosemar/Ario Bhawono
ilustrasi rumah rusak tertimpa pohon tumbang.

BOYOLALI—Kondisi cuaca yang tak menentu saat ini, masyarakat diminta tetap waspada bencana, khususnya bencana angin puting beliung yang masih mengancam.

Kondisi cuaca ekstrem masih terus terjadi, menyusul masih tingginya curah hujan saat ini meskipun semestinya sudah mulai memasuki musim kemarau.

Kondisi cuaca ekstrem ini patut diwaspadai karena dapat memicu bencana seperti yang terjadi di lereng Merapi-Selo. Setidaknya di Desa Senden, Kecamatan Selo, belasan rumah warga rusak akibat diterjang angin pada Jumat (5/5/2017) petang.

Sebanyak 14 rumah warga yang rusak, di antaranya akibat tertimpa pohon yang tumbang.

Bencana angin puting beliung tersebut terjadi sekitar pukul 18.45 WIB dan berlangsung cukup lama, yakni sekitar 15 menit.

Baca Juga :  Jalan Sehat HUT ke-170 Boyolali, Hadiah Rumah Jadi Milik Pelajar Simo

Terjangan angin tersebut selain merobohkan sejumlah pohon yang lantas mengenai rumah warga, juga menerbangkan genteng atap rumah. Beruntung tidak sampai terjadi korban akibat bencana tersebut.

Kejadian tersebut segera dilaporkan warga ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali.

Menurut salah satu anggota tim reaksi cepat (TRC) BPBD, Harjono, setelah mendapat laporan, dirinya bersama sejumlah anggota TRC lainnya langsung ke lokasi kejadian.

“Banyak atap rumah warga yang berhamburan diterbangkan angin, beberapa rumah rusak akibat tertimpa pohon yang roboh,” ungkap dia.

Dari pendataan yang dilakukan TRC BPBD Boyolali, setidaknya terdapat tiga rumah yang kondisinya rusak berat di bagian atapnya.

Baca Juga :  Ujian Nasional SD/MI, Boyolali Anggaran Mandiri

Terkait bencana ini, BPBD segera menindaklanjuti dengan penanganan bencana, salah satunya dengan menyalurkan bantuan logistik kepada korban bencana angin puting beliung tersebut.

Camat Selo Darmono mengungkapkan, dari pendataan yang dilakukan kecamatan, total sebanyak 14 rumah warga yang terdampak bencana. Hanya saja mayoritas tingkat kerusakannya cukup ringan.

“Ada beberapa rumah yang memang kerusakannya agak berat,” terang dia.

Sementara itu, pasca bencana angin puting beliung, warga pun segera melakukan gotong royong membersihkan puing-puing kerusakan, Sabtu (6/5/2017). Termasuk di antaranya melakukan perbaikan atap rumah, lantaran sebelumnya seisi rumah juga kehujanan.

Ario Bhawono

BAGIKAN