JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market BPJS Bidik 21 Perusahaan untuk Diproses Hukum Karena Tak Patuh

BPJS Bidik 21 Perusahaan untuk Diproses Hukum Karena Tak Patuh

79
BAGIKAN
ilustrasi

SOLO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Surakarta membidik 21 perusahaan di Solo untuk  diproses melalui jalur hukum karena tidak patuh.

Dari data di tahun 2017 ini, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Suwilwan Rachmat mengatakan pelanggaran yang dilakukan, rata-rata adalah Perusahaan Daftar Sebagian (PDS) dan perusahaan terlambat membayar iuran. “PDS adalah ketika perusahaan tidak melaporkan data tidak sesuai kenyataan. Ada tiga jenis, PDS tenaga kerja, PDS upah dan PDS program,” katanya ujarnya kepada wartawan, usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta, Rabu (10/5).

MoU tersebut dilakukan, imbuh Willy untuk meningkatkan kepatuhan bagi anggotanya. Hal ini dilakukan demi menjaga aset Negara Republik Indonesia (RI). Sesuai dengan UU Kejaksaan No. 16 tahun 2004 bahwasanya Kejaksaan dapat membantu badan milik pemerintah dalam pengadaan kepatuhan. “Untuk itulah kejaksaan tidak hanya selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) namun Jaksa Pengacara Negara (JPN), artinya kami selaku badan milik pemerintah bisa memanfaatkan fungsi JPN tersebut dalam rangka pelaksanaan kepatuhan,” ujarnya.

Will menambahkan monitoring dan evaluasi penting dilakukan untuk mengukur efektivitas penerapan regulasi dan mengetahui jumlah perusahaan yang patuh terhadap aturan dan sesuai ketentuan. Hal ini dilakukan agar semua pekerja mendapatkan hak perlindungan mereka atas jaminan sosial.

“Sehingga mekanismenya, dengan adanya MoU ini nanti akan diberikan Surat Kuasa Khusus (SKK) dari BPJS Ketenagakerjaan, dilengkapi dengan data pendukung. Dan ada juga proses di dalamnya terhadap perusahaan yang menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, ada edukasi, dan sosialisasi sehingga perusahaan paham, namun apabila perusahaan tetap tidak patuh akan ada action dari kejaksaan,” ujarnya.