Buru Mafia Pangan, Polres Boyolali Bentuk Tim Khusus

Buru Mafia Pangan, Polres Boyolali Bentuk Tim Khusus

16
Presiden Jokowi saat menyalami pedagang tempe dan tahu di Pasar Sambi Boyolali, Senin (30/1/2017). Foto : Ario Bhawono

BOYOLALI—Menjelang puasa Ramadhan, jajaran Polres Boyolali membentuk satuan tugas mafia pangan.

Mereka bertugas memantau dan mengawasi potensi penimbunan Sembako dengan melakukan pengawasan langsung ke pasar-pasar tradisional maupun swalayan.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi mengungkapkan, kebutuhan sembako selalu meningkat menjelang dan selama puasa hingga lebaran.

Mengantisipasi kelangkaan barang akibat oknum-oknum tak bertanggungjawab, pihaknya pun turun langsung melakukan pantauan dan pengawasan.

“Tim Satgas mafia pangan ini bertugas menyisir pasar-pasar tradisional maupun swalayan yang ada di Boyolali. Selain melakukan pengawasan, tim ini juga mengantisipasi jika ada pelaku penimbunan sembako,” ungkap Kapolres, Kamis (11/5/2017).

Baca Juga :  Warga Antusias Ikuti Pemeriksaan IVA

Kapolres menambahkan, selain mengantisipasi penimbunan barang, pihaknya juga melakukan pengawasan harga pangan untuk mencegah terjadinya gejolak harga pangan menjelang Ramadhan.

“Jika ada gejolak harga pangan, nanti akan diusut apa penyebabnya. Apakah ada kecurangan di tingkat distribusi atau ada penimbunan maupun sebagainya,” terang dia.

Kasatreskrim AKP M Huda menegaskan, pihaknya tidak segan-segan jika sampai menemukan penimbunan Sembako.

Untuk sementara ini, dari pantauan ke sejumlah pasar tradisional maupun swalayan di sejumlah tempat di Boyolali, pihaknya belum menemukan adanya indikasi penimbunan sembako. Selain itu, untuk harga pangan menurut dia masih terpantau stabil.

Baca Juga :  Boyolali Berprestasi Tekan Inflasi hingga Inovasi E-Commerce

Menurut Huda, pihaknya juga melakukan monitoring dan pengecekan langsung ke pedagang maupun distributor sembako. Hasilnya lanjut dia, sampai saat ini stok pasokan sembako masih mencukupi kebutuhan pasar menjelang Ramadhan.

“Memang ada kenaikan sedikit untuk beberapa komoditas, tetapi masih dalam taraf wajar dan tidak ada gejolak,” imbuh dia.

Sejumlah harga sembako yang terpantau kemarin di antaranya untuk beras masih di kisaran Rp 9.000/kg untuk kelas medium.

Kemudian gula pasir terpantau Rp 12.750/kg, minya goreng Rp 13.500/liter, dan daging sapi di kisaran Rp 100.000/kg.

Ario Bhawono

BAGIKAN