Coach Edu Ingin Minta Bantuan Psikolog untuk Pemain Persis GR

Coach Edu Ingin Minta Bantuan Psikolog untuk Pemain Persis GR

73

 

Eduard Tjong
Pelatih Persis Muda Gotong Royong

SOLO—Babak enam besar kompetisi Liga 3 zona Jawa Tengah baru akan dimulai pada bulan Juli mendatang, setelah Lebaran. Jeda waktu kompetisi selama sebulan lebih ini tak akan disia-siakan Persis Muda Gotong Royong (GR). Salah satu rencana pelatih adalah akan meminta kepada manajemen untuk menghadirkan seorang psikolog.

Langkah tersebut dipandang perlu oleh Pelatih Persis GR, Eduard Tjong, untuk mengetahui penyebab Riky Junian dan kawan-kawan tidak bisa tampil konsisten selama babak penyisihan grup lalu.

“Aku akan minta kepada manajemen untuk menghadrikan seorang psikolog. Paling tidak ada dua hingga tiga kali sesi pertemuan pemain dengan psikolog tersebut. Aku ingin tahu, apa penyebabnya selama ini mereka tak bisa tampil konsisten, kadang bermain bagus kadang bermain buruk,” ungkap Edu, sapaan akrab pelatih, kepada Joglosemar, Jumat (19/5/2017).

Baca Juga :  16 Peserta Lolos ke Kudus, Wakil Solo dan Klaten Termuda

Mantan juru racik PS TNI ini juga menegaskan, masalah inkonsistensi permainan ini tidak bisa dianggap sepele dan harus segera dipecahkan sebelum bergulirnya kick off babak enam besar. Pasalnya jika dibiarkan, menurut Edu, akan berdampak buruk pada tim.

“Sebenarnya dalam latihan sudah aku berikan, namun entah mengapa pemain terkadang tak bisa menerapkan apa yang aku inginkan. Aku hanya ingin tahu, beberapa bulan aku melatih Persis GR, para pemain tahu tidak apa yang aku inginkan dalam pertandingan,” imbuh mantan pelatih Timnas U-19 ini.

Sementara, dari manajemen, Asisten Manajer Persis GR Totok Supriyanto, mengapresiasi kerja keras pemain dan pelatih yang mampu membawa Persis GR lolos ke enam besar. Terkait keinginan pelatih untuk menghadirkan psikolog, Totok akan lebih dulu berkoordinasi dengan jajaran manajemen.

Baca Juga :  Persebi Boyolali vs Persis Gotong Royong, Sama-sama Incar Kemenangan

“Pada prinsipnya kita mendukung keinginan pelatih, apalagi semua itu bagi kebaikan tim. Saya rasa hadirnya psikolog juga perlu, karena tidak mungkin masalah seperti itu dibebankan kepada pelatih. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terwujud,” katanya.

Sementara itu, enam tim yang lolos babak penyisihan grup lengkap sudah. Persiku Kudus (juara grup A), PSISra Sragen (runner up grup B), dan Persik Kediri (juara grup C) akan menempati grup D, sedangkan Persis GR (runner up grup A), bersama Persekap Pekalongan (juara grup B) dan Persebi Boyolali (runner up grup C) masuk grup E.

Raditya Erwiyanto

BAGIKAN