Curhat Warga-Pemdes di Sragen Yang Kecewa Batal Dikunjungi Gubernur

Curhat Warga-Pemdes di Sragen Yang Kecewa Batal Dikunjungi Gubernur

364
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Dok/Joglosemar

SRAGEN– Sejumlah pihak mengaku kecewa dengan pembatalan mendadak agenda kunjungan maraton Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo selama dua hari ke sejumlah titik di Sragen, Rabu-Kamis (17-18/5/2017). Kekecewaan dikarenakan persiapan untuk menyambut kedatangan Gubernur sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

Berdasarkan daftar agenda yang dilansir dari Pemprov dan Pemkab Sragen, Gubernur dijadwalkan tiba di Sragen Rabu siang untuk meninjau Jembatan Kemukus, jalan Sidoharjo-Gabugan, Ponpes Walisongo, hingga salat bersama masyarakat di Masjid Raya.

Malam harinya, dijadwalkan berlanjut serasehan dengan seluruh Kades, tokoh masyarakat, perwakilan guru, UKM di Desa Sepat, Masaran kemudian bermalam di rumah salah satu warga Desa Sepat, Mulyono. Esoknya dijadwalkan bertemu Kasek SMA/K dan semua pimpinan SKPD di Pendapa Bupati. Namun semua agenda itu buyar akibat pemberitahuan mendadak yang diterima Rabu (17/5/2017) siang.

Baca Juga :  Nasib Dana Alokasi Khusus Rp 17 Miliar Ditentukan Empat Hari

“Iya jam 11.30 WIB tadi kami menerima pemberitahuan via HP dari protokoler Gubernur kalau agenda ke Sragen dibatalkan semua. Karena beliau ada agenda mendadak ke Jakarta dan Natuna,” papar Sekda Sragen, Tatag Prabawanto.

Pembatalan itu langsung memantik reaksi dari Pemdes Sepat dan warga. Salah satu warga, Suyadi Kurniawan, menyayangkan pembatalan itu. Pasalnya, untuk menyambut kunjungan itu, warga sudah jauh-jauh hari melakukan persiapan.

“Jelas kecewa, kita sudah susah payah menyiapkan apa-apa, tahu-tahu dikabari mendadak nggak jadi. Coba bayangne piye rasane,” ujarnya.

Senada, Kadus Sepat, Mulyono mengatakan sedianya Gubernur memang hendak bermalam di rumahnya. Ia juga mengaku sudah melakukan banyak persiapan. Karenanya ia tak bisa menyembunyikan rasa kecewa setelah mendapat pemberitahuan mendadak soal pembatalan rencana kunjungan Gubernur.

Baca Juga :  Waduh, Dukun Tua Ini Tega Cabuli Siswi SLTA

“Ya kecewa karena persiapan sudah dari kemarin-kemarin. Kalau konsumsi dan lainnya sih enggak masalah, tapi mpun kadung ngundang-undang masyarakat itu yang bikin warga dan kami gelo (kecewa),” jelasnya.

Untuk persiapan serasehan di Balai Desa, tetap akan digelar meski tanpa kehadiran Gubernur. Pasalnya, tempat dan konsumsi sudah terlanjur disiapkan dan undangan untuk tokoh masyarakat juga sudah terlanjur disebar.

“Kemarin dari Pemda memang minta apa-apa dicukupi dulu. Makanya nanti tinggal minta ganti Pemda,” tukasnya. Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN