Duh, Dampak Mega Proyek JLS, Harga Tanah Naik 10 Kali Lipat!

Duh, Dampak Mega Proyek JLS, Harga Tanah Naik 10 Kali Lipat!

111
Ilustrasi

WONOGIRI—Mega proyek nasional Jalur Lintas Selatan (JLS) di wilayah Wonogiri selatan, khususnya di Kecamatan Pracimantoro, ternyata membawa dampak besar pada harga tanah di sekitar ruas jalur. Bahkan, harga tanah kini telah mengalami kenaikan hingga mencapai 10 kali lipat.

Kepala Desa (Kades) Sambiroto, Kecamatan Pracimantoro, Sukatmo, mengemukakan hal itu, Jumat (12/5/2017). Menurutnya, Sambiroto merupakan salah satu desa yang dilewati proyek JLS. Imbas proyek tersebut, harga tanah di kawasan tersebut kini mennyentuh Rp 300.000 per meter persegi. Padahal, sebelum proyek JLS dimulai, harga tanah di sekitar bakal proyek JLS hanya sekitar Rp 30.000 per meter persegi.

Baca Juga :  PD Muhammadiyah Wonogiri Bagi Takjil, Ada Selebaran Anti Kekerasan

Sukamto mengungkapkan, belakangan ini juga mulai banyak pengusaha yang datang dan melakukan survei tanah di wilayahnya. Tapi hanya beberapa yang jadi membeli tanah.

“Ada pengusaha yang membeli tanah di dekat lapangan Sambiroto. Dia sanggup membayar tanah seluas beberapa meter persegi tersebut dengan harga Rp 450.000 per meternya,” ungkap dia.

Dia membeberkan, proyek JLS membentang sepanjang sekitar 24 km mulai Kecamatan Giriwoyo hingga Kecamatan Wonosari, Gunung Kidul. Dia berujar, saat pembebasan lahan, setiap warga yang memiliki tanah yang terkena dampak proyek JLS hanya menerima uang ganti rugi senilai Rp 50.000 per meter persegi.

Baca Juga :  Gudang Penyimpanan BBM di Jatiroto Terbakar, Pemilik Alami Luka Bakar 30 Persen

Namun, proyek JLS juga membuat ketinggian tanah di sisi selatan dan utara ruas jalan di Desa Sambiroto menjadi tidak seimbang. Tanah dan permukiman warga di sisi selatan lebih tinggi dari ruas jalan, sedangkan di sisi utara lebih rendah. Karena sebab itu pulalah, harganya kedua tanah di kedua sisi jalan juga tidak sama.

“Karena permukaan tanah di sisi utara jalan lebih rendah, harganya tidak setinggi harga tanah di sisi selatan jalan. Harganya paling Rp100.000 per meter. Soalnya permukaan tanahnya lebih rendah daripada badan jalan,” paparnya.

1
2
BAGIKAN