JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Ealah, Demi Menghindari Razia Polisi, Pria Asal Klaten Ini Pura-pura Jemur Handuk...

Ealah, Demi Menghindari Razia Polisi, Pria Asal Klaten Ini Pura-pura Jemur Handuk di Hotel

2100
Ilustrasi

KLATEN – Kelakuan nyeleneh dilakukan pasangan tak resmi alias belum menikah untuk menghindari razia polisi di sebuah hotel di Ceper. Saifur (23) warga Kecamatan Cawas berakting menjadi office boy (OB) dengan menjemur handuk demi menghindari razia, Selasa (23/5/2017).

Saifur yang ditangkap bersama pasangan tak resminya bernama Amelia (21) warga Kecamatan Karangdowo. Dia sengaja berakting menjemur handuk agar lepas dari tangkapan anggota Polsek Ceper.

Salah satu polisi Polsek Ceper yang enggan disebutkan namanya bercerita, setelah mengecek sejumlah kamar di hotel tersebut. Dirinya curiga, ada beberapa kamar yang kelihatannya baru saja ditinggalkan pemakainya.

“Kami lalu telusuri lantai demi lantai hotel tersebut. Lalu kita temukan beberapa pasangan di lantai tiga atau lantai paling atas hotel tersebut. Orang-orang itu ada yang sedang menjemur handuk dan ada yang sedang duduk di pojokan,” katanya saat gelaran razia, Selasa (23/5/2017).

Anggota Polsek Ceper lantas menanyai orang-orang yang mencurigakan tersebut. Namun orang-orang yang ditanyai tersebut mengelak. Namun, anggota Polsek Ceper tidak habis akal. Para petugas ini menemukan sebuah gelang yang tertinggal di sebuah kamar dan kemudian mencocokkan gelang tersebut kepada orang-orang tersebut. Dan salah satu orang tersebut mengakui sebagai pemilik gelang itu.  Maka terbongkarlah akting Saifur ini.

 “Kita temukan dua pasangan (empat orang) tak resmi yang bersembunyi di lantai atas hotel ini. Salah satunya ada yang akting lagi jemur handuk,” kata Kapolsek Ceper AKP Warsono.

Warsono mengatakan, dalam operasi cipta kondisi menjelang bulan Ramadan ini, pihaknya mengelar razia di dua hotel. Pertama di Hotel Graha Srikandi Ceper dan mengamankan dua pasangan tak resmi. Kedua di Hotel Surya Andesa mengamankan tiga pasangan tak resmi. “Kami harap pengelola hotel ikut menjaga agar tidak dimanfaatkan sebagai sarana portitusi,” kata Warsono. # Dani Prima