JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Gara-gara Ini, BPD Hadiluwih Geruduk Camat Sumberlawang

Gara-gara Ini, BPD Hadiluwih Geruduk Camat Sumberlawang

207
Ratusan warga Hadiluwih menggelar demo di depan balai desa setempat menuntut Kades Wiranto mundur dari jabatannya, beberapa waktu lalu. Foto : Wardoyo

SRAGEN—Sejumlah anggota LP2MD dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang menggeruduk kantor kecamatan setempat, Selasa (16/5/2017).

Mereka mempertanyakan turunnya Surat Keputusan (SK) Bupati yang menyatakan Kades Hadiluwih, Wiranto mulai aktif kembali setelah terbebas dari masa skorsing tiga bulan.

Salah satu tokoh Desa Hadiluwih, Sardi mengatakan ,sejumlah anggota LP2MD dan BPD itu kemarin mendatangi kecamatan untuk dimediasi dengan kades oleh camat.

Menurutnya, SK Bupati yang mengaktifkan kades kembali itu perlu ditinjau ulang. Sebab, meski masa skorsing tiga bulan telah selesai, akan tetapi beberapa permasalahan yang harusnya diselesaikan oleh kades masih ada yang belum tuntas.

“Lembaga dan warga bertanya-tanya kenapa secepat itu Bupati mengaktifkan kades kami. Kalau enggak salah, sudah aktifkan mulai 16 Mei. Padahal masih ada persoalan yang belum diselesaikan,” ungkapnya.

Ia menyebut persoalan yang belum diselesaikan itu adalah kekurangan proyek di RT 6 dan 7, di mana ada upah tenaga kerja Rp 77 juta yang belum dibayarkan.

Akan tetapi uang itu sudah dimasukkan menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2016. Padahal menurutnya, proyek itu belum selesai dikerjakan.

Terpisah, Camat Sumberlawang, Susilohono membenarkan bahwa kades Hadiluwih memang sudah aktif kembali.

Hal itu berdasarkan SK Bupati yang menyatakan yang bersangkutan sudah aktif lagi sebagai kades setelah masa skorsing tiga bulan terlewati.

Soal protes lembaga-lembaga desa yang menganggap masih ada persoalan yang belum diselesaikan, camat mengaku masih mengupayakan mediasi. “Ini masih berlangsung,” tuturnya dihubungi kemarin petang.

Sementara, Kades Wiranto juga tak menampik dirinya memang sudah aktif kembali. Menurutnya, ketika skorsing sudah dilalui dan rekomendasi sudah diselesaikan, ia menilai sudah sah dan menjadi haknya untuk bisa aktif kembali. “Kalau skorsing sudah selesai, aktif lagi kan enggak masalah,” tuturnya.

Wardoyo

BAGIKAN