Hama Wereng Mulai Sambangi Petani di Selogiri, Wonogiri

Hama Wereng Mulai Sambangi Petani di Selogiri, Wonogiri

33

ilustrasi. Foto : Dok Joglosemar

WONOGIRI—Hama wereng batang cokelat saat ini tak hanya menyerang lahan pertanian di Kecamatan Eromoko. Wereng juga menyerang tanaman padi di Kecamatan Selogiri.

Lantaran serangan hama wereng batang cokelat itu, petani terpaksa memanen padinya lebih dini. Imbasnya, harga jual gabah hasil panen petani tak maksimal seperti ketika dijual waktu sudah masuk usia panen.

Salah seorang petani, Sukino, Jumat (12/5/2017), mengaku terpaksa memanen tanaman padinya lebih dini. Hal tersebut dilakukannya demi menyelamatkan tanaman padi miliknya dari kemungkinan besar gagal panen.

Baca Juga :  Pemkab Wonogiri Siapkan Dana Rp 165 M untuk Atasi Permasalahan Klasik Ini

Langkah memanen secara dini itu pun bukan tanpa resiko. Ada penurunan hasil produksi yang diderita petani. Dari lahan setengah hektare, biasanya Sukino bisa memanen hingga mencapai 30 karung gabah. Namun saat dipanen dini, maka jumlah panen bisa menurun sampai dengan hanya 25 karung per setengah hektare.

PPL Pertanian Selogiri, Sugiyanto menjelaskan, serangan hama wereng batang coklat menyerang lahan di Desa Jendi.

Sebagai langkah penanganan, dinas telah memberikan bantuan pestisida kepada kelompok tani Ngudi Rejeki desa setempat. Penggunaan pestisida berfungsi mengendalikan populasi hama wereng.

Baca Juga :  Paguyuban Panahan Wonogiren Gladen Jemparingan

Bila terkena pestisida, menurut dia, wereng yang sudah menetas nantinya tidak bisa ganti kulit. Sementara bagi wereng yang sudah usia dewasa tidak akan bisa bertelur dan wereng yang sudah bertelur tidak bisa menetas jika terkena pestisida.

Ketua kelompok tani Ngudi Rejeki, Supar menjelaskan bahwa anggotanya saat ini berjumlah 54 orang petani.

Tanaman padi yang terserang hama wereng hanya sebagian kecil, saat ini pihaknya telah menerima bantuan sebanyak 30 botol pestisida untuk 30 hektare tanaman padi.

Aris Arianto

BAGIKAN