Harga Bunga Mawar di Boyolali Tembus Rp 100.000 per Kerancang

Harga Bunga Mawar di Boyolali Tembus Rp 100.000 per Kerancang

98
Joglosemar | Ario Bhawono
PANEN MAWAR—Petani mawar Desa Sruni, Kecamatan Musuk, mulai memanen bunga mawar mereka, Senin (8/5). Memasuki bulan Ruwah ini harga bunga mawar mulai naik.

BOYOLALI—Tiga pekan menjelang datangnya bulan puasa ini harga bunga mawar mulai terus terdongkrak.

Harga bunga mawar saat ini bahkan sudah mencapai Rp 100.000/keranjang ukuran sedang. Harga bunga mawar ini merangkak naik seiring meningkatnya permintaan.

Menurut salah satu petani bunga mawar, Ngatman, warga Dukuh Mlambong, Desa Sruni, Musuk, harga mawar mulai mengalami kenaikan saat masuk bulan Ruwah saat ini.

“Sudah naik, Rp 100.000/keranjang ukuran sedang. Kalau hari-hari biasa paling-paling hanya Rp 50.000/keranjang,” tutur Ngatman (46), Senin (8/5/2017).

Meningkatnya kebutuhan bunga mawar ini dikarenakan selama Ruwah atau menjelang puasa, banyak masyarakat yang menggelar tradisi sadranan atau ziarah ke makam leluhur. Ngatman berharap, harga bunga mawar bisa terus naik hingga puasa nanti.

Baca Juga :  Boyolali Berprestasi Tekan Inflasi hingga Inovasi E-Commerce

Saat ini, ratusan tanaman bunga mawar milik Ngatman juga sudah mulai memasuki masa panen. Bahkan setiap harinya, dia bisa memanen hingga empat keranjang.

Bunga mawar tersebut kemudian dijualnya di pasar yang tak jauh dari rumahnya. Bahkan kadang sudah ada pengepul yang datang untuk membeli bunga hasil petikannya.

“Panen bunga mawar bisa dilakukan setiap hari. Selain bunga yang sudah mekar, masih banyak lagi lainnya yang masih kuncup,”.

Petani mawar lainnya, Sumini (50), membenarkan saat ini harga bunga mawar sudah naik dua kali lipat dari harga normal. Tentu saja kondisi ini membuat warga Sruni, yang mayoritas memiliki kebun mawar, berharap bisa “lebaran”.

Baca Juga :  Warga Antusias Ikuti Pemeriksaan IVA

“Pernah di akhir Ruwah, harga tembus Rp 300.000/keranjang. Semoga tahun ini harga mawar bisa semakin bagus,” kata dia.

Sumini dan petani mawar lainnya pun bersyukur dan berharap kondisi cuaca tetap bagus hingga puasa nanti.

Setidaknya tahun ini, meski hujan beberapa kali turun, namun cuaca masih bersahabat. “Pokoknya kalau hujan turun terus, petani was-was,” imbuh dia.

Ario Bhawono

BAGIKAN