Harga Gabah Kering Naik, Petani di Sukoharjo Lega

Harga Gabah Kering Naik, Petani di Sukoharjo Lega

45
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
PANEN—Para petani di wilayah Joho sedang memanen gabah, Selasa (16/5).

SUKOHARJO—Para petani di sebagian wilayah Kabupaten Sukoharjo kini bernafas lega. Lantaran harga gabah kering panen (GKP) mencapai Rp 4.200 per kilogram. Kenaikan harga karena kualitas gabah yang lebih baik daripada sebelumnya.

Namun kenaikan harga gabah tersebut berlum berdampak pada intensitas serap gabah petani (sergap) Bulog. Hal itu karena bulog hanya membeli GKP sesuai dengan Harga Pokok Pemerintah (HPP).

Salah satu petani di wilayah Kelurahan Joho, Zainal Arifin mengaku saat ini ia bersama teman-temannya memang sedang merasakan kepuasan.

Baca Juga :  Hebat, Tiga Desa di Sukoharjo Ini Miliki Pengolahan Sampah Terpadu

GKP yang dihasilkan pada MT 1 ini tidak terlalu banyak mengandung kadar air. Sehingga harganya pun sangat berpengaruh dan lebih baik daripada sebelumnya.

“Karena sebelumnya sering turun hujan, maka harga GKP hanya sampai Rp 3.800. Saat ini sudah lebih baik,” tuturnya saat memanen gabah, Selasa (16/5/2017).

Ia mengatakan bila kondisi gabah terus baik seperti ini, maka ia optimis kesejahteraan petani akan terjamin.

“Kalau disini memang sudah Rp 4.200. Bahkan saya dengar kemarin di sebagian wilayah Gatak dan Baki mencapai Rp 4.400 – Rp 4.600,”ulasnya.

Baca Juga :  3 Desa di Sukoharjo Miliki Pengolahan Sampah Terpadu

Terpisah, Kepala Gudang Bulog Telukan Wisnu Sancoyo membenarkan adanya kenaikan GKP tersebut. Ia menduga kenaikan harga karena kualiatas gabah yang meningkat.

“Memang harga GKP sedang meningkat. Kami pun masih melakukan sergap. Namun ada petani yang enggan menjual sesuai HPP sesuai kriteria Rp 3.750 di muka pintu gudang. Mereka memilih menjual ke pembeli lainnya,” ujarnya.

Dynda Wahyu Wardhani

BAGIKAN