Ingat, Dua Bulan Lagi Imunisasi MMS

Ingat, Dua Bulan Lagi Imunisasi MMS

240
Ilustrasi

KLATEN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten akan melaksanakan imunisasi Mumps, Measles, Rubella (MMS) Agustus-September mendatang. Vaksinasi tersebut untuk mencegah penyakit gondongan (mumps), campak (measles) dan rubela.

“Sasaran imunasi ini adalah bayi yang berumur 9 bulan hingga anak maksimal berumur 15 tahun. Salah satu tujuannya, untuk menekan angka kematian pada bayi, anak dan ibu hamil,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Klaten, Herry Martanto, Kamis (11/5/2017).

Namun menurut Herry, pihaknya belum bisa mengetahui berapa jumlah bayi dan anak di Klaten yang mendapatkan imunisasi MMS ini. Hal itu di karenakan pendataan masih berlangsung sampai Juli nanti.

“Sampai saat ini, kami masih terus data jumlahnya, Insyallah pada Juli nanti pendataan selesai dan kegiatan imunisasi bisa segera dilaksanakan,” ujarnya

Herry menjelaskan, imunisasi ini akan dilakukan dalam dua tahap di Agustus dan September. Pada Agustus mendatang imunisasi akan difokuskan pada anak sekolah mulai dari PAUD hingga jenjang SMP.

Sedangkan pada September akan difokuskan pada anak-anak non sekolah dengan minimal usia 9 bulan.

“Vaksinnya sudah disediakan oleh pemerintah pusat. Dan kita juga sudah mempersiapkan tenaga medis yang dibantu para kader kesehatan di 26 kecamatan di Klaten,” katanya.

Herry melanjutkan, dalam pelaksanaan imunisasi ini, yang akan memberkan imunisasi adalah tenaga media profesional yang sudah terlatih. Vaksin nantinya akan diberikan dengan cara disuntikan kepada pasien.

“Melalui imunisasi MR secara serentak itu kita harapkan pada 2020, Klaten bisa bebas dari campak dan rubella. Target kita adalah mereka yang masuk usia produktif sehingga saat hamil tidak membahayakan kandungannya,” jelasnya.

Herry menambahkan, penyakit campak bisa menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru, radang otak hingga gizik buruk.

Sedangkan rubella bisa menular kepada ibu hamil di awal kehamilannya yang dapat menyebabkan keguguran dan kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

“Oleh karena itu, kita imbau agar para orang tua untuk berpartisipasi dalam kegaiatan imunisasi ini,” imbuhnya.

Dani Prima

BAGIKAN