Ternyata Ini Pemicu Siswa SMK Sakti Gemolong Trauma Bahasa Inggris dan...

Ternyata Ini Pemicu Siswa SMK Sakti Gemolong Trauma Bahasa Inggris dan Nekat Bunuh Diri

3695
Kondisi Wakhid Sadikin, siswa SMK Sakti Gemolong, sesaat setelah dievakuasi usai nekat terjun dari lantai tiga sekolahnya, Selasa (9/5/2017). Joglosemar/ Wardoyo

SRAGEN- Aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan siswa SMK Sakti Gemolong, Wakhid Sadikin (18), dengan terjun dari lantai tiga sekolah itu Selasa (8/5/2017) pagi mulai menemukan titik terang. Selain tidak menemukan kejanggalan,  polisi juga menemukan fakta bahwa pekerjaan rumah (PR)  Bahasa Inggris menjadi momok dan pemicu trauma korban.

Hal itu disampaikan Kapolsek Gemolong,  AKP Supadi,  Kamis (11/5/2017).  Ia menyampaikan berdasarkan hasil olah TKP,  pihaknya mengamankan tas milik siswa kelas XI asal Dukuh Jetak,  Hadiluwih,  Sumberlawang itu. Di dalam tas,  diamabkan sebuah buku diary,  sebilah pisau dan alat hisap elektrik.

“Tidak ada kejanggalan. Dia memang mengeluhkan ada masalah dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, ” paparnya.

Baca Juga :  Tragis, Pulang Dari Sawah, Petani di Sidoharjo, Sragen Langsung Syok Lihat Rumahnya Sudah Jadi Abu

Kanit Reskrim Polsek Gemolong,  Iptu Aji Wiyono menguraikan tidak ditemukan indikas pemicu lain dari aksi korban.  Berdasarkan hasil olah TKP,  aksi percobaan bunuh diri itu dipicu rasa depresi karena kesulitan mengikuti pelajaran Bahasa Inggris.

Dari catatan di buku diarynya,  juga diketahui bahwa korban merasa trauma dengan beban tugas yang diberikan oleh guru Bahasa Inggris. 

“Banyak sekali yang ditulis di diary itu.  Salah satunya dia merasa kesulitan karena tiap ada PR Bahasa Inggris ada PR nggak dikerjakan malah ditambahi PR lagi. Dia juga nulis bahwa bunuh diri itu jalan terbaik dan indah, “terangnya.

Iptu Aji menyampaikan soal rumor pemicunya karena asmara atau putus cinta, hal itu tidak terdeteksi dan tak ada yang menguatkan. Begitu pula, indikasi depresi karena masalah di keluarga, juga tak ada indikasi.

Baca Juga :  Tak Kapok-Kapok, Tiga Kios Penjual Ciu di Sragen Digerebek Polisi

Sementara hingga Kamis (11/5/2017),  korban masih dirawat intensif di RSUD Dr Moewardi Solo. Namun Iptu Aji menyampaikan kondisi korban sudah berangsur membaik.

Seperti diberitakan,  siswa asal Dukuh Jetak,Desa Hadiluwih, Sumberlawang itu diketahui nekat terjun dari lantai tiga berketinggian 7,70 meter. Ajaibnya,  ia masih bisa selamat meski harus mengalami luka parah di bagian kepala,  patah kaki,  dan hidung maupun telinga mengeluarkan darah. 

Siswa itu hingga kemarin masih menjani perawatan intensif di RSUD Moewardi Solo. (#Wardoyo)

BAGIKAN