Ini Penting Para Pendaki, Jalur Sapu Angin Gunung Merapi Siap Dibuka

Ini Penting Para Pendaki, Jalur Sapu Angin Gunung Merapi Siap Dibuka

81
Ilustrasi | Foto: Joglosemar/Maksum N F

KLATEN—Jalur pendakian Gunung Merapi di Klaten melalui Jalur Sapuangin di Dukuh Panjegan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang siap dibuka dalam waktu dekat.

Menyusul persiapan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) untuk membuka jalur pendakian ini sudah selesai.

Kepala Resort Kemalang BTNGM, Arif Sulviyantono mengatakan pihaknya bersama SAR Klaten, dan dibantu relawan lokal sudah melakukan survei jalur pendakian Sapu Angin pada bulan Maret lalu.

Survei tersebut sekaligus mematangkan peta jalur pendakian resmi. Pasalnya jalur tersebut sejatinya belum pernah dibuka secara resmi untuk umum.

“Kita survei dan petakan kembali jalurnya, termasuk mempersiapkan campig ground (lokasi perkemahan) dan petunjuk rute pendakian. Paling cepat pada Mei ini jalur sudah dibuka, ” kata Arif saat dihubungi bia ponsel, Senin (8/5).

Baca Juga :  Harga Bawang Putih dan Merah di Klaten Turun

Menurut Arif , jalur pendakian yang memiliki rute sepanjang  5,4 kilometertersebut memerlukan perhatian khusus.

Oleh karena itu, guna mendukung dibukanya jalur pendakian Gunung Merapi di Kabupaten Klaten itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk mempersiapkan SDM relawan khusus di jalur tersebut.

Adapun konsep pengelolaan jalur pendakian tersebut seperti yang sudah diberlakukan di taman nasional lainnya. Namun khusus jalur pendakian Sapuangin, jumlah pendaki akan dibatasi. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan jalur dan pendaki.

“Untuk aktivitas pendakian yang diizinkan 15 hingga 20 orang dalam sekali trip per harinya. Tidak boleh lebih dari itu,” kata Arif.

Baca Juga :  Ribuan Liter Miras Dimusnahkan Polres Klaten

Sementara itu, pembukaan jalur pendakian Sapuangin ini juga menjadi perhatian SAR Klaten. Pasalnya dengan panjang rute pendakian mencapai 5,4 kilometer, aktivitas pendakian di jalur tersebut memerlukan perhatian khusus.

Komandan SAR Klaten, Pandu Wirabangsa mengatakan dalam survei kesiapan jalur pendakian Sapuangin tersebut pihaknya juga akan melakukan pemetaan jalur evakuasi. Rencananya akan dibuat jalur khusus sehingga tidak akan mengganggu jalur utama.

“Selama ini jalur sapuangin lebih sering digunakan sebagai jalur evakuasi untuk membantu kecelakaan pendakian di jalur utama via Selo (Boyolali). Namun karena akan dibuka, sehingga dibutuhkan jalur khusus untuk menunjang upaya evakuasi bilamana terjadi kecelakaan pendakian,” jelasnya.

Dani Prima

BAGIKAN