JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Ini yang Membuat Sidang Perdana Kasus Diksar Mapala UII Ditunda

Ini yang Membuat Sidang Perdana Kasus Diksar Mapala UII Ditunda

20
BAGIKAN
Dua terdakwa M. Wahyudi dan Angga Septiawan kasus tindal kasus tindak kekerasan saat diksar The Great Camping (TGC) XXXVII Mapala Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Kamis (18/5).
Foto : Joglosemar | Satria Utama

KARANGANYAR—Sidang perdana kasus pendidikan dasar (diksar) Mapala UII berujung maut di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Kamis (18/5/2017) siang, terpaksa ditunda karena para terdakwa tidak didampingi penasihat hukum.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut sedianya dipimpin oleh Wakil Ketua PN Karanganyar Mujiono dan dua anggota majelis hakim, M Nafis dan Nevy Wahyu.

Sidang yang menghadirkan dua terdakwa, M Wahyudi dan Angga Septiawan berlangsung singkat. Majelis hakim hanya memeriksa identitas terdakwa serta menjadwalkan kembali persidangan pembacaan dakwaan.

Ketua Majelis Hakim, Mujiono menjelaskan, dalam sidang para terdakwa diberikan kesempatan untuk mendapatkan pendampingan dari penasihat hukum. Kedua terdakwa kemudian mengajukan permohonan didampingi penasihat hukum.

“Kami harus menghormati permohonan terdakwa. Saat sidang kami sudah tanyakan pada terdakwa dan mereka meminta didampingi penasihat hukum. Makanya sidang ditunda hingga hari Rabu (24/5/2017) pekan depan,” terang Mujiono.

Ia melanjutkan, pada sidang berikutnya agendanya pembacaan surat dakwaan. Ia juga meminta kepada para terdakwa agar menghadirkan penasihat hukum pada sidang berikutnya. “Penasihat hukum harus hadir dalam sidang berikutnya,” ujar Mujiono.

Terpisah, kuasa hukum kedua terdakwa, Achiel Suyanto mengatakan, ketidakhadirannya dalam sidang lantaran pihaknya belum menerima surat pemberitahuan digelarnya sidang tersebut.

Ia mengaku tidak tahu bahwa kliennya menjalani sidang kemarin. Bahkan, ia baru tahu jika kliennya disidangkan dari media.

“Lazimnya pemberitahuan disampaikan setidaknya tiga hari sebelum sidang digelar. Para terdakwa saat ini ditahan sehingga tidak bisa memberitahukan kepada kami sebagai pengacaranya,” terangnya via telepon.

Kasie Pidana Umum Kejari Karanganyar Heru Prasetyo mengatakan, tidak ada peraturan yang mengharuskan jaksa memberikan surat pemberitahuan sidang. Menurutnya, kewajiban kami hanyalah menghadirkan tersangka dalam persidangan.

Ia juga menyampaikan, kejaksaan tidak terlalu mempermasalahkan ditundanya pembacaan surat dakwaan tersebut. Pihaknya berharap pada sidang lanjutan pekan depan, penasihat hukum mendampingi kedua terdakwa selama proses persidangan.