Jembatan Widoro di Klaten Ambrol, Warga Harus Memutar 4 Kilometer

Jembatan Widoro di Klaten Ambrol, Warga Harus Memutar 4 Kilometer

56
Joglosemar | Dani Prima
JALUR BERBAHAYA–Salah seorang siswa melintasi Jembatan Widoro yang sudah ambrol di Dusun Widoro, Desa Ngentan, Gantiwarno, Klaten, Senin (8/5).

KLATEN – Sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Widoro, Desa Ngentan, Kecamatan Gantiwarno terpaksa harus mengambil jalur memutar sejauh 4 kilometer (Km), bila hendak menuju ke kota kecamatan ataupun Kota Klaten.

Pasalnya, Jembatan Widoro yang menjadi akses utama warga Dusun Widoro ambrol sejak Sabtu (6/5/2017) dini hari lalu.

Lanjar (55) warga yang bermukim sekitar 10 meter dari jembatan mengatakan, pada Jumat (5/5/2017) sayap bagian kanan jembatan juga sudah ambrol karena terkikis arus sungai yang merupakan anak Sungai Dengkeng ini.

“Pada Jumat sore saat itu sungainya meluap dan arusnya deras, banyak membawa sampah yang tersangkut di penyangga jembatan bagian tengah. Lalu Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, saya mendengar suara bangunan rubuh, bruk. Suami saya keluar rumah dan mengecek asal suara tersebut, ternyata jembatannya sudah ambrol jatuh ke sungai,” jelas Lanjar saat ditemui dirumahnya, Senin (8/5/2017).

Menurut Lanjar, beberapa bulan yang lalu sebenarnya Jembatan Widoro itu sudah diperbaiki oleh pemerintah desa, dengan diberi penyangga dari besi di bagian tengahnya.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Kemungkinan karena tidak kuat menahan arus sungai dan juga banyaknya sampah yang tersangkut, penyangga itu tidak kuat menahan beban jembatan.

“Pada Minggu (7/4/2017) lalu warga sudah bergotong royong. Agar jembatan itu, untuk sementara waktu dapat dilintasi sepeda motor ataupun sepeda kayuh. Tapi banyak juga pengendara motor yang memilih memutar sejauh 4 Km. Karena walaupun sudah diberi karung pasir agar bisa dilewati, tapi jalurnya curam dan berbahaya,” katanya.

Dari pantauan di lokasi, jembatan dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar 4 meter ini, bagian ujung jembatan dari arah Dusun Widoro, ambrol masuk ke badan sungai.

Penyangga jembatan bagian tengah yang dipenuhi sampah,  tampak sudah melengkung.

Beberapa pengendara motor maupun sepeda kayuh ada yang masih nekat melewati jembatan tersebut. Namun sebagian memilih memutar arah karena curamnya jembatan tersebut.

Ketua RT 13 Dusun Widoro Desa Ngentan, Joko Susilo mengatakan, di Dusun Widoro ada sekitar 60 KK yang setiap hari melewati Jembatan Widoro untuk bekerja ataupun sekolah. Akibat ambrolnya jembatan itu, aktivitas warga sangat terganggu.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

“Walaupun sekarang sudah bisa dilewati, tapi tidak aman dan hanya bisa dilewati sepeda motor dan onthel, itupun harus antre satu-satu. Jembatan juga dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa putus. Apalagi  kalau saat hujan dan air sungai meluap, maka jembatan menjadi licin dan tertutup air. Warga pun harus memutar sejauh 4 Km,” katanya.

Menurut Joko, Jembatan Widoro ini merupakan poros bagi warga Desa Kaligayam dan warga Dusun Widoro Desa Ngentan menuju ke Desa Karangturi hingga ke kota kecamatan ataupun ke Kota Klaten.

Selain itu juga jalur alternatif warga bila hendak menuju Kecamatan Bayat dan Juga Kabupaten Gunung Kidul.

“Setiap hari mungkin ada 200 kendaraan yang melewati jembatan ini, baik roda dua maupun lebih,” ujarnya.

Ia pun berharap agar Jembatan Widoro segera diperbaiki agar tidak mengganggu aktivitas warga. “Kemarin sudah dicek oleh pemerintah desa. Katanya segera diperbaiki,” imbuhnya.

Dani Prima

BAGIKAN