Karanganyar Terus Pacu Produksi Beras Organik

Karanganyar Terus Pacu Produksi Beras Organik

42
Ilustrasi

KARANGANYAR- Untuk meningkatkan produktivitas di sektor pertanian sekaligus menggenjot program swasembada pangan berkualitas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar tengah gencar mengembangkan pola tanam padi organik.

Kini, Pemkab melalui dinas terkait  tengah mengembangkan 450 hektare lahan pertanian padi organik yang tersebar di 15 desa. Bupati Karanganyar Juliyatmono mengemukakan, di showroom terminal Wisata Bangunmakuthoromo juga akan dihadirkan aneka produk olahan beras organik.

Di antaranya olahan yang dibuat instan seperti nasi liwet, nasi uduk dari beras organik. Pemkab juga fokus mengembangkan berbagai produk beras organik baik beras rajalele organik, beras hitam maupun beras merah organik.

“Pengembangan beras organik terus dipacu. Begitu pula dengan pemasarannya. Kami juga minta showroom ini terus buka, dan ada produk yang dijual,” ujar Bupati.

Baca Juga :  Sisa Perhitungan Anggaran Tembus Rp 223 Miliar, DPRD Karanganyar Soroti Perencanaan

Juliyatmono juga meminta agar showroom beras selalu dibuka. Hal itu bertujuan agar kalau ada wisatawan lokal maupun asing kita arahkan ke pasar organik di Terminal Wisata ini. “Jadi para wisatawan dapat dengan mudah bisa mendapatkan produk beras organik,” imbuh Bupati.

Showroom untuk beras organik yang diresmikan Bupati Juliyatmono bersama Kadis Pertanian Supramnaryo, Rabu (10/5) siang juga ada penyerahan 15 sepeda motor angkut barang senilai Rp375 juta kepada 15 kelompok tani organik.

Lebih lanjut, Yuli menjelaskan, luas lahan untuk masing-masing desa untuk pengembangan beras organik sekitar 28 hektare-30 hektare. Menurut dia, sedikitnya terdapat tiga keunggulan tanaman padi organik dibandingkan jenis padi biasa. Diantaranya, dapat mengembalikan kesuburan lahan tanam, lebih menyehatkan karena kadar vitamin di dalamnya lebih tinggi, serta memiliki harga jual yang lebih mahal. Berbagai keunggulan beras organik, dihasilkan tanaman padi organik juga tidak mengandung zat serta bahan kimia sehingga jauh lebih aman bagi kesehatan. Yuli juga mengaku siap membantu pemasaran beras organik ke berbagai kota, termasuk ke luar negeri melalui pasar Batam. Sebab permintaan di sekitar Kepulauan Riau sangat banyak. Bahkan sampai ke Singapura dan Malaysia.

Baca Juga :  Kasus Minyak Goreng Ilegal di Tasikmadu Karanganyar, Polisi Bakal Sita Produk Azaria

Satria Utama

 

Advertisements
BAGIKAN