JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Kemarau Datang, Warga Sukoharjo Mulai Waspada Kekeringan

Kemarau Datang, Warga Sukoharjo Mulai Waspada Kekeringan

58
BAGIKAN
ilustrasi kekeringan. Foto : Ario Bhawono

SUKOHARJO—Memasuki musim kemarau, masyarakat diminta mewaspadai adanya kekurangan air bersih.

“Saat ini sepertinya sudah mulai terjadi perubahan cuaca dari penghujan ke kemarau. Hal tersebut pun juga ditandai dengan kondisi suhu udara yang dingin di malam hari dan sangat panas di siang hari,”ungkap Kabid Ops SAR Sukoharjo, Muklis, Selasa (16/5/2017).

Kondisi cuaca kemarau tersebut harus segera diwaspadai masyarakat khususnya di wilayah bagian selatan Sukoharjo seperti di Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu. Sebab di lokasi tersebut masih memiliki potensi kekeringan.

Ditambah dengan berkurangnya daerah resapan yang beralih menjadi bangunan. Selain itu di wilayah tersebut merupakan bukit kering. Akibatnya masyarakat menjadi kekurangan air bersih.

“Stok air tanah mulai terbatas lantaran saat ini banyak masyarakat yang membuat saluran pembuangan air langsung ke saluran dan mengalir ke sungai dan berakhir ke laut. Hal itu tentunya membuat daerah resapan jadi berkurang,” imbuhnya.

Menurut Muklis seharusnya setiap rumah terdapat biopori. Yang mana dimaksudkan untuk resapan air dan stok air tanah. Sehingga bila musim kemarau tiba, warga tidak perlu khawatir bila kekurangan air bersih.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Suprapto menambahkan posisi saat ini memang sudah peralihan cuaca dari penghujan ke kemarau.

Dalam beberapa hari di Sukoharjo sudah jarang turun hujan. BPBD Sukoharjo dalam menghadapi kemarau meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai kekeringan.

“Apabila memang nanti ada permintaan kiriman air bersih dari warga maka akan kami kirimkan,”katanya.

Dynda Wahyu Wardhani