JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Mengunjungi Desa Terbersih Dunia di Bali, Setia Jaga Warisan Leluhur (Bagian 1)

Mengunjungi Desa Terbersih Dunia di Bali, Setia Jaga Warisan Leluhur (Bagian 1)

94
BAGIKAN
Suasana Desa Penglipuran yang berada berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bal. Foto : Ari Welianto

Desa adat Penglipuran adalah salah satu desa wisata di Bali yang banyak dikunjungi wisatawan. Desa terbersih di dunia tahun 2016 itu dikunjungi oleh rombongan Humas dan Protokol Pemkot Surakarta, belum lama ini.

Suasana Desa Penglipuran yang berada berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, berbeda dengan desa-desa lain.

Lingkungan desa tampak bersih, tak ada sampah yang berserakan di jalan atau halaman rumah-rumah warga. Kearifan lokal di desa adat tersebut masih sangat kental dan tradisional.

Warga disana masih menjunjung tinggi dan memegang teguh adat ataupun budaya kampung serta Bali. Ada 30 persen bangunan rumah yang masih asli sedangkan 70 persen dengan konsep baru tapi tetap menyesuaikan.

Wisatawan yang datang disuguhi keindahan kawasan desa tersebut dan keramahan warga setempat. Mereka bisa berjalan-jalan dengan udara yang segar tanpa ada asap kendaraan, karena memang kendaraan tidak boleh melintas.

Di kanan kiri jalan yang cukup luas dan terbuat dari batu alam ditanami bunga warna-warni menambahkan kawasan tersebut tampak cantik dan indah.

Bangunan rumah penduduk di desa seluas 112 hektare itu tampak tertata rapi. Rumah warga memiliki arsitektur nyaris sama.

Untuk masuk ke rumah warga pengunjung harus melewati pintu gerbang dengan ciri khas Bali berukuran cukup satu orang saja.

Para turis mancanegara saat menikmati keasrian Desa Penglipuran yang berada berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Foto : Ari Welianto

Ada tiga bagian untuk bisa masuk rumah warga, yakni masuk pintu gerbang yang disebut dengan Angkul-angkul, lalu dapur tradisional yang berukuran sekitar 6×2 meter dan berisi tempat tidur serta dua tungku, kemudian Bale Sake Enam yang dipakai untuk kegiatan atau tempat santai warga. Selanjutnya tambahan rumah untuk tempat tinggal, ada juga tempat ibadah.