Meriahnya Siswa Siswi SMPN 2 Colomadu Karanganyar ini Baca Bersama

Meriahnya Siswa Siswi SMPN 2 Colomadu Karanganyar ini Baca Bersama

49
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo

Minat membaca buku di kalangan siswa dewasa ini menurun seiring dengan majunya teknologi. Akan tetapi, bagi SMPN 2 Colomadu, Karanganyar merupakan tantangan tersendiri untuk terus mendorong dan meningkatkan minat baca para siswanya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengadakan kegiatan Espero (SMP loro) Membaca Bersama yang diadakan, Jumat (19/5/2017).

Kegiatan tersebut diadakan bekerja sama dengan media dan salah satunya dengan Harian Joglosemar. Jika sebelumnya kegiatan yang diadakan rutin setiap tiga bulan sekali tersebut selalu diselenggarakan di luar ruangan, namun kali ini, , Espero Membaca Bersama diselenggarakan di dalam kelas. Tampak para siswa tekun membaca masing-masing koran yang ada di tangannya. Sesekali mereka tampak berdiskusi dengan teman sebangkunya saat menemui topik yang menarik.

Baca Juga :  Rayonisasi Diterapkan, Empat SMAN di Karanganyar Jadi “Korban”

Seperti yang diakui Ginda Bima Yusuf Arganata, siswa kelas VIIIE. Menurutnya, membaca Koran bersama mampu meningkatkan hasrat membaca pada dirinya. Kendati baginya membaca secara online lebih menarik, namun membaca secara langsung buku atau Koran memiliki kelebihan tersendiri.

Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo

“Kalau membaca online memang lebih menarik karena efisien. Hanya saja, membaca buku atau koran secara langsung seperti ini bisa diskusi bersama teman-teman langsung. Kali ini saya membaca Koran Joglosemar dan isinya menarik untuk didiskusikan,” tuturnya di sela kegiatan.

Dikatakan Kepala Perpustakaan SMPN 2 Colomadu, Anwar Wahyudi, konsep acara Espero Membaca Bersama sengaja diperbarui untuk menciptakan inovasi baru. Menurutnya, dengan membaca bersama di masing-masing kelas, diharapkan para siswa lebih konsentrasi dan lebih banyak melahap informasi yang disajikan dalam Koran.

Baca Juga :  Pramuka Saka Bhayangkara Ikut Amankan Arus Mudik

“Konsepnya memang lebih simpel, seperti siswa belajar di dalam kelas. Namun dengan konsep yang lebih sederhana ini menjadikan siswa lebih tertib membaca. Dibimbing melalui koneksi audio pusat, siswa lebih banyak mendapatkan informasinya,” urai Anwar.

Anwar menambahkan, kegiatan yang diikuti sekitar 600 siswa dari siswa kelas VII dan VIII tersebut akan terus diadakan untuk melestarikan kegiatan membaca di sekolahnya.

“Durasi membacanya sekitar 60 menit, kami memanfaatkan waktu kegiatan Jumat pagi, jadi tidak mengganggu jam pelajaran siswa. Justru dengan kegiatan inilah makin banyak siswa yang mau meluangkan waktunya kembali ke perpustakaan sekolah untuk membaca. Ini tantangan tersendiri ya bagi kami karena perpustakaan kami masih berbasis buku,” tukasnya. Triawati Prihatsari Purwanto

BAGIKAN