Misteri Buku Diary dan Pesan Terakhir Siswa SMK Sakti Gemolong Yang Nekat...

Misteri Buku Diary dan Pesan Terakhir Siswa SMK Sakti Gemolong Yang Nekat Terjun Dari Lantai Tiga..

24811
Kondisi Wakhid Sadikin, siswa SMK Sakti Gemolong, sesaat setelah dievakuasi usai nekat terjun dari lantai tiga sekolahnya, Selasa (9/5/2017). Joglosemar/ Wardoyo

SRAGEN- Aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan siswa SMK Sakti Gemolong, Wakhid Sadikin (18), dengan terjun dari lantai tiga sekolah itu Selasa (8/5/2017) pagi memang masih menyisakan tanda tanya seputar pemicu aksi nekat itu. Namun polisi mulai menemukan titik terang pemicunya setelah melihat catatan dan pesan yang sempat ditulis korban.

Pesan terakhir yang ingin disampaikan itu ditemukan ditulis dalam buku harian alias diary siswa asal Dukuh Jetak, Hadiluwih, Sumberlawang itu.

Kapolres Sragen, AKBP Cahyo Widiarso melalui Kapolsek Gemolong, AKP Supadi menyampaikan dari hasil olah TKP, polisi menemukan buku diary di tas korban. Dalam buku itu, ditemukan tulisan yang diyakini sengaja ditulis sebagai pesan terakhir korban.

Baca Juga :  Pemkab Perbolehkan Pejabat Mudik Pakai Mobil Dinas, tapi…

“Di buku hariannya, ia sempat menulis pesan terakhir bahwa bunuh diri dianggapnya mungkin jalan yang terbaik. Ada tulisan juga bahwa ia ada masalah dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, ” paparnya kepada Joglosemar, Rabu (10/5/2017).

Lebih lanjut, AKP Supadi menguraikan dari buku diary itu pula, korban sempat mencurahkan perasaannya yang selama ini kesulitan terhadap pelajaran Bahasa Inggris. Hal inilah yang menguatkan dugaan bahwa depresi itulah yang memicu korban nekat melompat dari lantai tiga.

Ia juga menyampaikan tidak ada tanda-tanda mengarah pada faktor putus cinta atau masalah keluarga.

“Kelihatannya tidak ada arah kesitu. Dugaan sementara memang depresi terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris. Kelihatannya memang sudah direncanakan, karena selain menulis pesan itu, korban ini juga melakukan aksinya menunggu kelasnya kosong dulu, ” tukasnya.

Baca Juga :  INFO MUDIK TOL SOKER: Butuh Layanan Darurat di Tol Soker, Ini Call Centernya..

Seperti diberitakan, siswa asal Dukuh Jetak,Desa Hadiluwih, Sumberlawang itu diketahui nekat terjun dari lantai tiga berketinggian 7,70 meter. Ajaibnya, ia masih bisa selamat meski harus mengalami luka parah di bagian kepala, patah kaki, dan hidung maupun telinga mengeluarkan darah.

Siswa itu hingga kemarin masih menjani perawatan intensif di RSUD Moewardi Solo. Sementara buku diary milik korban masih diamankan di Mapolsek Gemolong berikut sebilah pisau dan alat hisap elektrik yang ditemukan di dalam tas korban. (#Wardoyo)

BAGIKAN