Pedagang Lama Digratiskan Pakai Kios Pasar Ir Soekarno Baturetno

Pedagang Lama Digratiskan Pakai Kios Pasar Ir Soekarno Baturetno

43
Joglosemar | Aris Arianto
DUA LANTAI—Bupati Joko Sutopo berbincang dengan pedagang Pasar Kecamatan Baturetno, belum lama ini. Pemkab Wonogiri bakal merenovasi pasar tersebut menjadi dua lantai.

WONOGIRI—Kios di Pasar Ir Soekarno Baturetno digratiskan untuk para pedagang pasar lama. Pasar tersebut telah dimulai pembangunannya sejak akhir pekan lalu.

Pembangunan pasar ditandai dengan doa bersama para pedagang di lokasi pembangunan, Jumat (12/5/2017) malam. Juga dilakukan peletakan batu pertama diiringi dengan pesta kembang api.

“Untuk pembangunan Pasar Ir Soekarno Baturetno ini Pemkab menganggarkan dana sebesar Rp 47,7 miliar. Sebelumnya anggaran sampai Rp 55 miliar karena harus membangun pasar darurat terlebih dahulu,” kata Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, Minggu (14/5/2017).

Baca Juga :  Menikmati Indahnya Waduk Gajah Mungkur Dari Atas Langit, Mau? Simak Info Ini

Direncanakan, pembangunan pasar akan memakan waktu tujuh bulan. Setelah rampung dan siap digunakan, nantinya kios yang ada dapat digunakan pedagang tanpa dipungut biaya.

Setelah Baturetno, rencananya tahun depan kecamatan lain yang telah menjadi prioritas juga akan dilakukan revitalisasi pasar.

“Yang jelas, pedagang tidak akan dipungut biaya lagi alias gratis. Maka dari itu kami berharap semua dapat ikut menjaganya,” kata Bupati.

Menurut keterangan Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri, Guruh Santosa, pembangunan pasar Baturetno akan berlangsung selama 210 hari. Tepatnya, dimulai tanggal 9 Mei 2017 dan dijadwalkan selesai pada tanggal 4 Desember 2017.

Baca Juga :  Lebaran 3 Napi di Wonogiri  Langsung Bebas

Anggaran yang digunakan sebesar Rp 47.735.600.000. Berdasarkan jumlah tersebut, ada efisiensi anggaran sekitar Rp 2 miliar lebih, dari total alokasi dana Rp 50 miliar yang disediakan APBD.

Guruh Santoso mengatakan, seluruh pedagang sudah dipindah ke pasar darurat yang terletak di lapangan Desa Baturetno sejak awal 2017 lalu.

Pembongkaran dilakukan sekitar awal Maret lalu setelah aset berupa bangunan pasar dilimpahkan dari dinas kepada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Wonogiri.

Aris Arianto

BAGIKAN