JOGLOSEMAR.CO Sport Sport Nasional Persis GR Ditahan Imbang Persiku di Sriwedari

Persis GR Ditahan Imbang Persiku di Sriwedari

237
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
TANPA GOL – Pemain Persis Gotong Royong, Ronaldo Wanma berusaha mengejar bola saat bertanding dalam laga lanjutan Liga 3 Wilayah Jawa Tengah melawan Persiku Kudus di Stadion Sriwedari, Surakarta, Rabu (17/5). Pertandingan tersebut berakhir imbang 0-0.

SOLO—Persis Muda Gotong Royong (GR) pada akhirnya harus puas dengan hanya menempati posisi runner up di klasemen akhir grup A Liga 3 zona Jateng.

Hasil tersebut didapat usai pada pertandingan terakhir babak kualifikasi grup A melawan Persiku Kudus di Stadion Sriwedari Solo, Rabu (17/5/2017) sore, kedua tim bermain sama kuat.

Mendapat giliran bertindak sebagai tuan rumah, Persis GR tampaknya tak mampu memaksimalkan peluang sehingga harus kembali bermain imbang tanpa gol, pada pertemuan keduanya dengan Persiku Kudus.

Hasil ini seolah hanya mengulang pertemuan pertama kedua tim di Stadion Wergu Wetan Kudus, 9 April lalu. Kala itu, Persis GR yang menjadi tim tamu juga hanya ditahan imbang tuan rumah tanpa ada gol tercipta.

Dengan hasil pertandingan sore tadi, praktis baik Persis GR maupun Persiku Kudus sama kuat hingga akhir babak grup.

Kedua tim juga sama-sama mengoleksi poin 18, hasil dari lima kali menang dan tiga kali seri. Kedua tim juga sama-sama belum mengalami kekalahan.

Namun, Persiku diunggulkan jumlah selisih gol. Dalam delapan kali pertandingan, skuad Macan Muria telah mencetak sembilan gol dan sekali kebobolan.

Sementara, Persis GR hanya mencatatkan delapan gol, dan juga sekali kebobolan. Dengan demikian, Persis GR hanya berhak menempati posisi runner up, sedangkan predikat juara grup A jadi milik Persiku.

Pada pertandingan pamungkas grup A, Persis GR menyimpan beberapa pemain utama, seperti Gery Cantona, Fajar Nurhakim, Fanky Pasamba hingga Ainudin Devira. Sepanjang babak pertama, skuad asuhan Eduard Tjong ini justru bermain buruk.

Pertandingan pun berjalan monoton dengan hampir tidak ada peluang tercipta. Sangat jauh dari harapan semula, di mana pertandingan sarat gengsi tersebut seharusnya berjalan panas.

Pada paruh kedua pertandingan, Persis GR yang terus mencoba menekan pertahanan tim lawan, akhirnya mendapat peluang emas mencetak gol pertama. Di menit 56, penggawa Persis GR, usai Riky Junian dijatuhkan pemain lawan di kotak terlarang.

Namun keberuntungan belum berpihak pada tuan rumah. Susanto yang ditunjuk menjadi algojo penalti gagal melesakkan gol, setelah tendangannya mampu diantisipasi kiper Persiku, Nico Wahyu. Sampai wasit meniupkan peluit panjang, tak ada satu pun gol tercipta.

Raditya Erwiyanto