JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Petani Sebut Petugas Penyuluh Lapangan Jarang Turun ke Sawah

Petani Sebut Petugas Penyuluh Lapangan Jarang Turun ke Sawah

38
BAGIKAN
ilustrasi kegiatan para petani. Foto : Ario Bhawono

BOYOLALI—Kinerja Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian dinilai kurang maksimal. Menurut petani tangan panjang pemerintah itu jarang turun ke sawah.

Padahal, serangan hama, terutama wereng, yang merebak sejak beberapa bulan terakhir sudah membuat banyak petani gigit jari.

Ngadimin (60), petani Desa Tempursari, Kecamatan Sambi misalnya, mengaku rugi karena hasil panennya tidak baik musim ini.

“Padahal kemarin cuma sedikit yang kena (wereng), tapi tadi saya lihat sudah menyebar luas. Dari pada tidak panen, terpaksa dipanen dini,” terang dia, Senin (7/5/2017).

Senada, Suwarno, petani dan tokoh masyarakat Tempursari mengaku selama dua tahun terakhir ini hasil panen merosot akibat cuaca ekstrem dan serangan hama.

Terkait ini, pihaknya menyoroti keberadaan PPL yang dinilai jarang turun ke sawah. “Kami belum pernah didatangi PPL,” ungkap dia.

Padahal di bidang pertanian saat ini, petani sudah banyak menerima bantuan, baik pupuk hingga sarana prasarana pertanian. Di sisi lain justru pengawasan dari instansi terkait minim.

Menurut Suwarno, petani juga butuh didampingi, terutama bagaimana merawat tanaman supaya tidak hancur diserang hama dan sebagainya.

“Kami minta tolong agar masyarakat tani ini tidak rugi, karena hampir 90 persen masyarakat Tempursari maupun Canden itu petani,” kata dia.

Sementara itu menurut tokoh masyarakat Sambi, Suyadi, semestinya PPL sering turun ke sawah dan berkomunikasi dengan para petani. Suyadi menegaskan, jika PPL sering turun ke sawah, tentu hasil pertanian akan berbeda.

“Kemarin saja saat panen raya dengan Presiden Joko Widodo di Banyudono, setiap hari PPL ada di lokasi baik dari kabupaten maupun provinsi. Hasilnya, sangat luar biasa. Sudah semestinya PPL turun ke sawah,” tegas dia.

Berkaitan ini, anggota Komisi II DPRD Boyolali itu, juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi kendala para petani. Pihaknya meminta supaya PPL aktif terjun ke lapangan untuk observasi dan melakukan pendampingan ke petani.

Di sisi lain, pihaknya juga meminta petani untuk aktif berkomunikasi dengan PPL di tingkat kecamatan. Suyadi siap menindaklanjuti jika kemudian ada PPL yang tidak atau enggan turun ke lapangan melakukan observasi dan pendampingan.

“Petani juga harus aktif sampaikan ke PPL dan meminta mereka datang observasi. Jika mereka tidak mau turun, sampaikan saja ke dewan untuk ditindaklanjuti,” imbuh dia.

Ario Bhawono