JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Polisi Tangkap Enam Pengedar Sabu di Solo

Polisi Tangkap Enam Pengedar Sabu di Solo

291
ilustrasi

SOLO—Jajaran Polresta Surakarta menangkap enam warga yang terlibat penyalahgunaan dan pengedar sabu di sejumlah tempat berbeda di Kota Solo.

Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo mengatakan, enam tersangka kini sedang diperiksa bersama barang bukti dengan total 16 gram sabu di Mapolresta.

Ia mengatakan, satu di antara mereka adalah residivis kasus yang sama, yakni Donni Joko Umboro (41), warga Margorejo, Gilingan, Banjarsari, Solo. Donni ditangkap petugas di Jalan Yosoroto, Purwosari, Laweyan, Solo pada Senin (1/5/2017) sekitar pukul 20.30 WIB.

Petugas kemudian melakukan pengembangan penanganan kasus itu dan menangkap tersangka lainnya, yakni Indra Dwi Nata (32), warga Klemboran, Baturan, Colomadu, Karanganyar pada Sabtu (6/5/2017) sekitar pukul 20.30 WIB. Indra diduga sebagai pemakai.

Polisi juga menangkap tersangka Candra Gunawan (58), warga Juruk Ngringo, Jaten, Karanganyar pada Minggu (7/5) sekitar pukul 18.30 WIB. Candra ditangkap di Jalan RM Said No 39 Mangkunegaran, Banjarsari, Solo.

“Kami menemukan tiga paket sabu dan lima butir pil inex, dan dari dua tersangka sebelumnya juga ditemukan tiga paket dan 0,8 gram sabu,” kata Kapolresta, Senin (8/5/2017).

Petugas Satuan Narkoba juga menangkap tersangka Waluyo Agus (32), warga Perum KCVRI Jaten, Karanganyar yang diduga juga sebagai pengedar.

Waluyo ditangkap di pinggir jalan depan Apotek Budi Asih, Jalan Urip Sumoharjo, Jebres, Solo, Minggu (7/5) sekitar pukul 22.30 WIB. “Dari tangan tersangka Waluyo berhasil disita satu paket sabu yang dapat dijadikan barang bukti,” ujar Kapolresta.

Ia menjelaskan, petugas juga menangkap tersangka berinisial Y alias W (42) dan BD (50), keduanya warga Pasarkliwon, Solo di rumahnya. Kedua tersangka diduga sebagai pengguna. “Kami masih melakukan pengembangan kasus ini, diduga masih ada tersangka lain yang melakukan penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Polisi masih melakukan penelusuran apakah peredaran narkoba ada hubungannya dengan warga penghuni salah satu rutan. Para tersangka bakal dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman mereka minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. 

Antara