Polres Klaten Sita Sabu dan Ribuan Pil Koplo

Polres Klaten Sita Sabu dan Ribuan Pil Koplo

634

 

NARKOBA—Kapolres Klaten AKBP Muhammad Darwis menunjukkan barang bukti Narkoba di Mapolres Klaten, Rabu (24/5).
Joglosemar | Dani Prima

 

KLATENPengedar sabu-sabu dan pil koplo jenis Thirex ditangkap Satuan Narkoba Polres Klaten. Sebanyak 13 gram sabu-sabu siap edar diamankan dari tangan pelaku. Sedangkan pil yang diamankan sekitar 5.000 butir.

Dari informasi yang dihimpun di Polres Klaten pada, Rabu (24/5), petugas membekuk WP (36) warga Boyolali saat akan mengantarkan sabu-sabu kepada pembelinya di Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung.

WP sendiri incaran petugas terkait penyalahgunaan Narkoba. Dari tangan WP, petugas mengamankan 13 gram sabu-sabu yang sudah terbungkus dalam plastik klip kecil dengan ukuran rata-rata 1 gram lengkap dengan alat bong yang digunakan untuk menghisap sabu-sabu.

Baca Juga :  5.000 Calhaj Belum Terima Visa, 211 Ada di Karanganyar

Kepada petugas, WP mengaku awalnya hanya sebagai pengguna sabu-sabu. Namun setelah beberapa kali menggunakannya, ia bermaksud ikut menjual barang haram tersebut.

“Sabu-sabu saya dapat dari kenalan, biasanya hanya dikirim paket. Saya tidak tahu dikirim dari mana,” ujarnya saat ditanya petugas, Rabu (24/5).

Dari hasil penangkapan WP, petugas kemudian membekuk RY (33) warga Desa Sorogaten, Tulung yang merupakan salah satu pengguna sabu-sabu yang didapat dari WP. Saat dilakukan penggeledahan, petugas berhasil menemukan sisa sabu-sabu 0,2 gram di rumah RY, lengkap dengan alat bong.

Sedangkan pil koplo diedarkan oleh tersangka berinisial  RJ (27). Pihak Satuan Narkoba Polres Klaten menangkap RJ karena mendapatkan informasi dari masyarakat. Dari penggeledahan rumah RJ di Desa Sekarsuli, Klaten Utara petugas mengamankan lima toples berisi pil Thirex. Satu toples berisi sekitar 1.000 butir pil.

Baca Juga :  Proyek Pembangunan Waduk Pidekso Wonogiri, Ganti Rugi Dicairkan Dua Tahap

Kapolres Klaten, AKBP Muhammad Darwis mengatakan banyaknya barang bukti yang diamankan menguatkan indikasi tersangka merupakan terlibat jaringan pengedar Narkoba yang menyasar wilayah Klaten.

“Tidak ada toleransi lagi, tersangka akan dikenakan tuntutan maksimal. Kami juga akan sampaikan kepada Kejari Klaten bahwa tersangka terlibat dalam jaringan pengedar, sehingga dapat dimaksimalkan tuntutan yang akan disampaikan di pengadilan nanti,” ungkapnya.

Dani Prima

 

Advertisements
BAGIKAN