JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Polsek Serengan Gagalkan Pengiriman 780 Liter Ciu ke Perbatasan Kendal

Polsek Serengan Gagalkan Pengiriman 780 Liter Ciu ke Perbatasan Kendal

100
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
MIRAS RATUSAN LITER – Kapolsek Serengan, Kompol Giyono (dua dari kanan) menginterogasi Andi Susilo (tengah) dan Santoro (dua dari kiri), pelaku pengiriman dan penjualan minuman keras jenis ciu secara ilegal saat rilis kasus tersebut di Mapolsek Serengan, Surakarta, Senin (8/5). 

SOLO – Polsek Serengan menggagalkan upaya pengiriman 780 liter minuman keras (miras) jenis ciu ke perbatasan Kendal, Jumat (5/5/2017) lalu. Pelaku penjual miras terjaring dalam giat operasi kepolisian di sekitar Jalan Veteran pukul 23.00 WIB.

Kapolsek Serengan, Kompol Giyono mengutarakan, ke 780 liter miras dikemas dalam 520 botol bekas air mineral ukuran satu setengah liter.

Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap mobil Isuzu Phanter biru AD 8769 CV, lanjut Giyono, petugas mencurigai barang bawaan yang dikemas dalam 51 kardus bekas air mineral tersebut.

“Kemudian saat dibuka ternyata isinya minuman keras jenis ciu yang dikemas dalam botol bekas air mineral berukuran 1,5 liter. Pelaku diamankan tanpa perlawanan dan bersama barang bukti langsung diamankan ke Polsek Serengan untuk menjalani pemeriksaan. Kedua orang pelaku yang diamankan tersebut adalah pemilik barang dan sopir mobil,” ungkapnya, Senin (8/5/2017).

Pelaku atas nama Andi Susilo (23) warga Kampung Sentul RT 002, RW 010, Kelurahan Bakonang, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo dan Santoro (30) warga Sentul RT 002, RW 010, Kelurahan Bakonang, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo dijerat Pasal 3 ayat (1) atau Pasal 17 ayat (1) dan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Daerah (Perda) No 4 Tahun 1972.

“Mereka kita tindak pidana ringan (Tipiring) dan kita sidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Solo,” tukas Giyono.

Sementara itu, menurut pengakuan pelaku, Andi, pengiriman miras jenis ciu kali ini adalah yang kelima kalinya.

“Pengiriman kadang banyak kadang sedikit. Paling sedikit 25 kardus dan per botol saya jual Rp 13.000. Sebelumnya saya sudah pernah melakukan empat kali, dengan komisi Rp 1 juta sekali antar,” urainya.

#Triawati Prihatsari Purwanto