JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Proyek Kereta Adi Soemarmo-Balapan, Perekonomian Diyakini Akan Bangkit

Proyek Kereta Adi Soemarmo-Balapan, Perekonomian Diyakini Akan Bangkit

95
BAGIKAN
Joglosemar|Maksum Nur Fauzan
PERESMIAN PEMBANGUNAN KERETA API BANDARA–Presiden Joko widodo membunyikan sirine sebagai pertanda dimulainya pembangunan kereta api bandara di Bandara Adi Soemarmo, Sabtu (8/4).

SOLO – Pembangunan jalur rel kereta api (KA) dari Bandara Adi Soemarmo Solo ke Stasiun KA Solo Balapan dinilai akan membangkitkan perekonomian daerah yang menjadi akses perlintasan.

Hal ini dikarenakan nantinya kereta bandara tersebut akan menjadi transportasi inline dan memperkuat konektivitas daerah.

Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso. Menurut Agus, dengan adanya kereta bandara ini nantinya Kota Solo akan menjadi pusat pertemuan dari berbagai kota.

Selain bandara Internasional Adi Soemarmo Solo yang sudah ditetapkan menjadi Bandara Hub, Kota Solo juga memiliki jalur tol yang menghubungkan Trans Jawa serta terminal bandara yang nantinya akan diperlebar.

“Sehingga akses akan semakin dimudahkan, untuk laju transportasi yang berimbas secara langsung terhadap perekonomian daerah,” jelasnya, Senin (8/5/2017).

Dikatakan Agus, saat ini pengurusan pembebasan lahan untuk rel kereta api masih terus disosialisasikan, sebab eksisting dari panjangnya rel sepanjang 10 Km sehingga pasti akan menggunakan jalur atau lahan yang saat ini sudah ada bangunannya.

Kemudian untuk stasiun  akan dibangun di samping terminal bandara sehingga ketika penumpang turun langsung bisa menggunakan jalur kereta api.

Dikatakan Agus, konsep dari stasiun bandara ini akan terpisah dengan main building terminal karena setelah stasiun bandara selesai, terminal Bandara Adi Soemarmo akan diperlebar dua kali lipat dari ukuran yang sekarang.

Terlebih saat ini bandara tersebut sudah dijadikan bandara hub atau pertemuan dari beberapa pesawat destinasi.

“Konsep seperti ini tentu akan membangun perekonomian baru di sekitar bandara, karena akan banyak sekali jalur antar kota bahkan provinsi yang masuk melewati Kota Solo,” imbuhnya.

Konsep ini menjadi sangat menarik dan bisa dijadikan percontohan. Dengan adanya transportasi antar moda yang mempermudah pergerakan penumpang sehingga pembangunan ekonomi di dalam Kota Solo juga semakin berkembang pesat. Terlebih di depan bandara sudah akan ada jalur tol.

“Jalur tol tersebut tidak hanya tol Solo-Kertosono saja tetapi akan menjadi tol Trans Jawa yang tergabung dengan tol jalur bagian utara hingga akhirnya masuk ke Semarang melewati Kota Solo hingga ke Surabaya. Otomatis banyak kegiatan yang akan melewati Kota Solo dan dibarengi dengan unit usaha baru yang akan mucul di sekitar Bandara Adi Soemarmo,” tandasnya.

Sementara itu General Manager Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman mengatakan saat ini walaupun belum terbentuk dalam satu konsorsium namun dari tiga perusahaan.

Diantaranya PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Angkasa Pura 1 (AP 1) dan PT Pembangunan Perumahan (PP) telah melakukan tugasnya masing-masing untuk pembangunan kereta bandara ini.

Garudea Prabawati