PWI Kembali Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Monumen Pers

PWI Kembali Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Monumen Pers

14
Joglosemar|Maksum Nur Fauzan
SAFARI JURNALISTIK–Sekjen PWI Pusat Hendry Ch Bangun memberikanmateri pada acara Safari Jurnalistik di Monumen Pers, Kamis (18/5).

SOLO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kembali menggelar Safari Jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mencetak dan meningkatkan profesionalitas wartawan.

Acara digelar selama dua hari, di Monumen Pers Nasional Kamis hingga jumat (18-19/5/2017). Sekjen PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, menuturkan, kali ini pihaknya menggandeng PT Nestle Indonesia yang juga memiliki komitmen untuk membangun profesionalitas wartawan di Indonesia.

Safari Jurnalistik dan UKW yang digelar di Kota Solo merupakan bagian dari kegiatan serupa yang digelar di beberapa kota, yakni Pangkal Pinang, Balikpapan, Jayapura, dan Bandung.

Baca Juga :  Pembekalan Finalis Mas Mbak Jebres dengan Bakti Sosial

“Uji kompetensi sangat penting, sebab menjadi bukti tersertifikasinya seorang wartawan,” ujar Hendry .

Lanjutnya, PWI berkomitmen dalam mencetak dan meningkatkan profesionalitas wartawan. Setidaknya di Indonesia PWI mencatat ada sekitar 100 ribu wartawan.

Sebanyak 14 ribu merupakan anggota PWI. Dari jumlah tersebut sebanyak 10 ribu anggota PWI telah tersertifikasi. “Itu semua hasil kerja PWI dari tahun 2012,” kata dia.

Lanjutnya, sertifikasi wartawan memiliki dua manfaat. Bagi wartawan, sertifikasi menjadi legitimasi bahwa wartawan yang bertugas merupakan wartawan profesional. Selain itu wartawan juga siap menghadapi persaingan terbuka dengan tenaga kerja asing di bidang media.

Baca Juga :  Rotary Club dan Rotaract Club Sukseskan Vaksinasi MR

Sementara itu Ketua PWI Cabang Surakarta, Anas Syahirul menabahkan sertifikasi wartawan perlu dilakukan di Kota Solo.

Pasalnya, belakangan muncul berbagai media di Kota Solo. Jumlah wartawan pun semakin bertambah. Namun demikian, masih banyak wartawan yang belum tersertifikasi.

Namun demikian Anas berharap, safari jurnalistik dan UKW yang digelar di Kota Solo mampu melahirkan wartawan profesional. UKW diikuti 21 peserta mulai dari posisi reporter, redaktur, hingga pemimpin redaksi dari berbagai media.

Arief Setiyanto

BAGIKAN