Ratusan Jamu Ilegal Bertebaran di Pasar Ir Soekarno, Ini Tindakan BPOM Jateng

Ratusan Jamu Ilegal Bertebaran di Pasar Ir Soekarno, Ini Tindakan BPOM Jateng

53
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
JAMU ILEGAL–Petugas menyita 131 item jamu ilegal dari dua pedagang di Pasar Ir Soekarno, Rabu (10/5).

SUKOHARJO—Pasar Ir Soekarno digegerkan dengan datangnya petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jateng, Kamis (10/5/2017). Mereka langsung menyita 131 item jamu ilegal berbagai merek di pasar itu.

“Kami melakukan penyitaan karena belum memiliki izin edar dan mengandung bahan kimia obat berbahaya. Produk tersebut kami sita dari dua pedagang berinisial S dan P, keduanya murni penjual dan bukan produsen,” ucap Kasie Penyidikan BPOM Jateng Agung Supriyanto.

Agung mengatakan, total dari dua toko tersebut berhasil diamankan 19 karung produk jamu ilegal dan 17 dus ukuran besar dan kecil. Jamu yang disita rata-rata jamu kuat dan asam urat. Disinyalir peredaran jamu ilegal tersebut sudah berlangsung lama.

Baca Juga :  Kegembiraan Penyandang Disabilitas Mendapat Bantuan Kursi Roda dari Yayasan Maria Monique

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sukoharjo Sutarmo mengaku akan lebih waspada terhadap keluar masuknya barang di pasar.

Namun ia berujar selama ini juga telah melakukan pembinaan kepada para pedagang untuk tetap menjual barang yang legal agar tidak merugikan. “Memang sesuai tugas pokok dan fungsinya untuk pengawasan jamu ilegal ini berada di BPOM,” tuturnya.

Menurut Sutarmo, bimbingan teknis juga sudah diberikan kepada para pedagang. Dalam setiap pertemuan pihaknya sudah memberitahukan agar para pedagang tidak menjual produk berbahaya.

Baca Juga :  Mobil Keliling Pajak Mulai Beroperasi di Sukoharjo, Yuk, Siapa Mau Bayar?

Pihaknya juga bakal menjalin kerja sama dengan BPOM dan Dinas Kesehatan untuk bersama-sama melakukan pengawasan.

“Ini menjadi salah satu koreksi bersama-sama agar tidak terulang kembali. Jadi kami akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan,” katanya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menegaskan kepada petugas untuk segera mengusut tuntas terkait beredarnya jamu ilegal tersebut.

Menurutnya, beredarnya jamu ilegal tersebut selain membahayakan masyarakat juga menimbulkan kerugian di sisi ekonomi.

“Peredaran jamu ilegal sudah ditemukan dua kali. Jangan sampai ada kesekian kalinya atau terulang kembali,” tegasnya.

Dynda Wahyu Wardhani

BAGIKAN