Sempat Ditolak Masuk Kemensesneg, Jawaban Pedagang Asal Sragen Ini Bikin Puluhan...

Sempat Ditolak Masuk Kemensesneg, Jawaban Pedagang Asal Sragen Ini Bikin Puluhan Paspampres Terhenyak

5867
Sri Wahyuni (46), penjual susu kedelai asal Sambungmacan, Sragen saat beristirahat di dekat Bundaran HI Jakarta, sejak Rabu (3/5/2017) untuk menemui Presiden Jokowi guna memenuhi nadarnya. Foto/istimewa

SRAGEN- Aksi pedagang susu kedelai asal Sragen, Sri Wahyuni (46), yang rela berjalan kaki menuju Jakarta demi memenuhi nadar bertemu Presiden Jokowi ternyata tak semulus yang dibayangkan. Tak hanya menunggu berhari-hari terlantar di Jakarta, ia bahkan harus berjibaku melawan ketatnya barikade Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) hanya untuk mengirimkan surat ke Presiden melalui Kementerian Sekretaris Negara (Mensesneg), Selasa (9/5/2017).

“Alhamdulah surat saya tadi sudah bisa diterima di Kemensesneg. Tadi dari petugas di sekretariat, tinggal menunggu panggilan dari Paspampres untuk menemui Pak Jokowi, ” paparnya kepada Joglosemar, Rabu (10/5/2017).

Ya, pedagang keliling asal Dukuh Karangasem, Banaran, Sambungmacan itu mengakui suratnya itu bisa masuk ke Kemensesneg melalui perjuangan berat. Pasalnya, sebelum bisa diterima oleh petugas di kementerian, ia terlebih dahulu “diadang” barisan Paspampres yang bersiaga di pintu masuk.

Tak cukup hanya memohon, ibu satu anak itu menyampaikan dia nyaris menyerah saat ditolak masuk oleh Paspampres di depan. Namun, berkat kegigihannya beradu argumen dan menyampaikan niatannya memenuhi nadar bertemu Presiden, akhirnya barisan Paspampres pun menyerah dan baru mengizinkannya masuk.

Baca Juga :  PKK Desa Kecik, Tanon, Sragen Memberdayakan Bank Sampah

“Awalnya waktu saya baru menghadap di penjagaan depan, Paspampres yang di pos depan langsung bilang tidak bisa. Saya juga ngeyel, apa hanya pejabat berdasi saja yang boleh masuk, yang boleh menghadap Pak Jokowi. Wong saya ini juga warga Indonesia dan hanya memenuhi nadar sowan Presiden. Nggak akan ngapa-ngapain dan enggak minta apa-apa. Akhirnya Paspamres yang sempat menolak itu terdiam dan kemudian membolehkan saya masuk dan menulis permohonan bisa menghadap Pak Jokowi, ” ujarnya melalui telepob Rabu (10/5/2017).

Melihat kegigihannya, menurutnya petugas Paspampres itu baru memintanya untuk membuat surat permohonan lewat Kemensesneg. Setah itu ia baru kemudian diantar ke sekretariatan menyampaikan surat itu dan dipesan tinggal menunggu panggilan menghadap dari Presiden.

Berbeda dengan Paspamres di barisan depan, menurutnya petugas penjagaan di lapis kedua hingga kantor Kemensesneg lebih ramah dalam melayani.

Wahyuni mengaku memahami ketatnya lapisan barikade pengamanan di lingkungan kepresidenan maupun Kementrian Sesneg. Karenanya ia merasa bangga akhirnya bisa masuk ke Kemensesneg dan suratnya bisa naik.

Baca Juga :  830 Balita di Sragen Kekurangan Gizi, Tertinggi Kalijambe dan Gemolong

“Mudah-mudahan Pak Jokowi segera membaca dan saya segera dipanggil untuk sowan. Karena ternyata memang nggak mudah untuk menemui Presiden. Harus melalui puluhan Paspampres dulu yang memang begitu ketat. Mungkin kalau nggak teteg bisa langsung balik kanan,” tukasnya.

Wahyuni memulai aksi jalan kaki ke Jakarta pada tanggal 21 April lalu. Setelah dua pekan, ia bisa menginjakkan kaki ke Jakarta. Namun niatnya menuntaskan nadar sowan Presiden masih terkatung-katung karena harus membuat surat permohonan dan menunggu kesediaan maupun waktu longgar Presiden.

Selama sepekan terakhir menunggu panggilan menghadap, dia terpaksa tidur di musala Mapolsek Metro Gambir.

“Tapi enggak apa-apa. Semua sudah saya niati karena itu sudah nadar. Mudab-mudahan Pak Jokowi mendengar dan segera menemui agar nadar saya bisa terbayar dan bisa segera pulang ke Sragen, ” tukasnya. (#Wardoyo)

BAGIKAN