JOGLOSEMAR.CO Sport Sport Nasional Setelah Pemain, Giliran Panpel Sragen United Disanksi Komdis PSSI

Setelah Pemain, Giliran Panpel Sragen United Disanksi Komdis PSSI

542
Ratusan Pasoepati terlihat berada di luar pagar lantaran tribun dinilai terlalu sempit untuk menampung ribuan Pasoepati yang datang dalam laga di Stadion Taruna SRagen, Minggu (30/4). Foto : Nofik Lukman Hakim

SOLO—Dampak pelaporan yang disampaikan manajemen Persis Solo kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait laga melawan Sragen United ternyata tidak berhenti sampai sanksi kepada penjaga gawangnya, Andi Setiawan.

Dalam sidang ketiga Komdis PSSI, Rabu (10/5/2017), diputuskan Panitia Pelaksana (Panpel) Sragen United dikenakan sanksi denda Rp 10 juta.

Dalam sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua Komdis, Asep Edwin, lalu ada Wakil Ketua Umar Husin, dan anggota yakni Yusuf Bachtiar, Dwi Irianto, Eko Hendro Prasetyo, tersebut, turut dihadirkan pihak Panpel Sragen United yang diwakili oleh Ronald Seger Prabowo selaku bidang humas.

“Saya mewakili Panpel Sragen United memenuhi panggilan Komdis PSSI di Jakarta. Dan di sana saya mencoba menjelaskan langsung kepada Komdis tentang apa yang sebenarnya terjadi saat laga melawan Persis Solo tersebut,” ujar Ronald, Kamis (11/5/2017).

Dalam sidang tersebut, Komdis PSSI akhirnya memutuskan Panpel Sragen United telah lalai dalam mempersiapkan pertandingan di Stadion Taruna, Sragen, pada 30 April lalu tersebut.

Pada laga lanjutan Liga 2 grup 4 bertajuk Derby Surakarta itu terjadi insiden yang melibatkan kiper Laskar Gajah Purba dengan pemain gelandang Persis Solo, Dedi Cahyono Putro. Saat itu, kepala Dedi terbentur lutut sang kiper tuan rumah hingga sempat tidak sadarkan diri.

Namun saat akan dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut, di pinggir lapangan tidak tersedia mobil ambulan. Hal tersebutlah yang kemudian dinilai Komdis sebagai bentuk kelalaian penyelenggara pertandingan.

“Panpel kami dinilai tidak siap dalam menggelar sebuah pertandingan, ditambah lalai dalam penanganan pemain saat cedera di lapangan, sehingga akhirnya dijatuhi denda,” tambah Ronald.

Sang kiper sendiri sudah dijatuhi sanksi denda Rp 20 juta dan larangan beraktivitas di lingkungan PSSI selama dua bulan.

“Ini bisa jadi pembelajaran bagi kami karena memang baru tahap belajar menggelar sebuah pertandingan di level Liga 2. Yang jelas, kami cukup beruntung karena hanya dijatuhi sanksi denda, bukan sanksi bermain tanpa penonton,” tandasnya.

Agni Vidya P