JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Telkom Ajak 50 Customer Jadi Corong Dunia Digital

Telkom Ajak 50 Customer Jadi Corong Dunia Digital

42
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
CUSTOMER GATHERING—Tamu undangan berfoto bersama saat digelar Customer Gathering dengan tema “Increasing Value Of Life Through Digital Lifestyle” di Swiss Bellin Saripetojo Hotel, Solo, Kamis (4/5/2017) malam.

SOLO –  PT. Telkom Solo mengundang sekitar 50 customer loyal dari Indihome Commmunity dalam acara Customer Gathering di Swiss Belinn Solo, Kamis (4/5/2017). Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan Telkom kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengundang para customer kami untuk mendapatkan masukan dari mereka bagaimana pelayanan kami selama ini. Yang mana bila baik, kami harap bisa disebarkan ke masyarakat lainnya. Namun bila masih ada yang kurang akan kami jadikan koreksi untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan tersebut,”ujar General Manager Telkom Solo, Dode Suparman usai acara.

Dode menuturkan acara tersebut merupakan acara rutin yang diadakan oleh Telkom selama kurun waktu enam bulan hingga setahun sekali. Dimaksudkan agar para pelanggan bisa menjadi corong untuk masyarakat lebih melek dengan dunia digital dan menggunakannya untuk sesuatu yang lebih bermanfaat.

“Indonesia adalah negara terbesar kelima dalam penggunaan sosial media. Ada 326 juta jiwa di dalamnya telah menggunakan internet. Dari situ kami membangun fiber optik hingga ke pelosok desa demi membangun smart city. Namun smart city tidak akan ada artinya bila SDM nya belum bisa menguasai. Maka dari itu, kami mengajak customer yang sudah melek digital untuk sama-sama menularkan teknologi digital ini,”imbuhnya.

Bila sudah melek dengan dunia digital, lanjut Dode, diharapkan masyarakat bisa menggunakannya untuk hal yang bermanfaat. Seperti halnya memberi bantuan kepada orang lain dengan menyebarkan berita positif lewat internet. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah berita yang beredar. Karena bisa jadi itu adalah berita hoax yang justru menjerumuskan pola pikir masyarakat.