Tersangka Baru Akan Ditentukan Sesuai Fakta Persidangan Sri Hartini

Tersangka Baru Akan Ditentukan Sesuai Fakta Persidangan Sri Hartini

131
Foto-foto : Antara | Aloysius Jarot Nugroho
PENGGELEDAHAN LANJUTAN–Angota KPK memasuki perkantoran Bupati Klaten untuk melakukan penggeledahan lanjutan di Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (2/1).

KLATEN–Bupati Klaten non aktif Sri Hartini akan segera di sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Semarang.

Namun sampai saat ini Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) juga belum menentukan tersangka baru terkait kasus suap  pengisian jabatan yang menjerat Sri Hartini.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengungkapkan,KPK masih menunggu persidangan tersangka SHT (Sri Hartini,red).

“Kita akan melihat dulu ada apa tidak fakta baru dalam persidangan SHT nanti. Apabila ada bukti permulaan yang cukup,  bisa kita tindaklanjuti dan kembangkan lebih lanjut,” kata Febri saat dihubungi melalui ponsel, Selasa (16/5/2017).

Baca Juga :  Asyik Berduaan di Hotel Klaten Selatan, Dua Pasangan Tak Resmi Diboyong Polisi

“Jika ada fakta persidangan baru yang dapat kita kembang dan kita menemukan bukti permulaan yang cukup, tidak menutup kemungkinan kita tindaklanjuti  (dengan tersangka baru),” jelasnya.

Sementara itu, Deddy Suwadi pengacara Sri Hartini mengatakan, sidang kliennya kemungkinan akan digelar minggu depan.

“Saya perkirakan sidangnya itu tanggal 24 Mei dan paling lambat 29 Mei. Dan untuk penetapan siapa majelis hakimnya, informasinya hari ini (Selasa,16/5) tapi saya belum cek ke pengadilan,” kata Deddy.

Baca Juga :  Ayo Cobain Takjil Gratis di Masjid Agung Al Aqsha Saat Ramadan

Menurut Deddy, pihaknya masih menunggu dakwaan dan kemungkinan dalam minggu ini ada penyerahan dakwaan sekaligus surat panggilan kepada terdakwa, yang biasanya satu minggu sebelum sidang pertama.

“Sampai saat ini kondisi ibu (Sri hartini,red) sehat-sehat saja. Nantinya dalam persidangan ibu akan menyampaikan apa saja yang diketahui dan ibu tidak akan menutupi,” katanya.

Dani Prima

BAGIKAN