Wonogiri Siapkan Rp 13 Miliar untuk Kekeringan, Buat Apa Saja?

Wonogiri Siapkan Rp 13 Miliar untuk Kekeringan, Buat Apa Saja?

31
ilustrasi kekeringan di Giritontro. Foto : Dok Joglosemar

WONOGIRI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menyediakan anggaran besar untuk mengatasi permasalahan klasik berupa bencana kekeringan dan krisis air bersih. Anggaran yang disediakan mencapai angka Rp 13,3 miliar.

Anggaran sebesar itu bukan untuk bantuan air bersih bagi masyarakat berdampak kekeringan. Melainkan buat sejumlah kegiatan fisik, misalnya pemeliharaan dan rehabilitasi embung, peningkatan sarana dan prasarana air bersih, maupun sanitasi lingkungan berbasis masyarakat.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, kekeringan merupakan satu permasalahan klasik yang tidak kunjung mendapat solusi permanen. Program yang dijalankan selama ini hanya bersifat sementara tanpa ada solusi permanen. Untuk itu, Pemkab Wonogiri berupaya mencari solusi permanen supaya bisa memutus permasalahan tersebut.

“Dengan digelontor anggaran Rp.13.345.600.000, tahun ini, diharapkan bisa mengurai sedikit demi sedikit permasalahan air bersih,” kata Bupati Joko, Rabu (17/5/2017).

Anggaran tersebut berasal dari sejumlah sumber, diantaranya APBD kabupaten. Yang jelas kebijakan terkait penyediaan air bersih nantinya akan berbasis teknologi, tidak lagi berbasis tangki atau sebatas bantuan. Penerapan teknologi ini akan mampu menggali sumber dan potensi air sebagai solusi permanen.

Baca Juga :  Belum Ada Satu Tahun, Suap & Gratifikasi Sri Hartini Tembus Rp 13 Miliar

‘’Selama ini kalau terjadi kekeringan, membantu air bersih menggunakan tangki air terus ditempeli foto si penyumbang. Itu bukan solusi. Mulai tahun 2017 ini Pemkab Wonogiri sudah mengalokasikan anggaran secara rutin, untuk direalisasikan berbasis tehnis. Maksudnya, bila di situ ada sumber air dan secara tehnis memungkinkan untuk dimanfaatkan untuk masyarakat, serta dari segi penganggaran memungkinkan untuk direalisasikan, ya segera kita kerjakan dengan menggunakan anggaran itu,’’ jelas Joko Sutopo yang kerap disapa Mas Jekek tersebut.

Bupati menerangkan ketika mengikuti acara gowes, Minggu (14/5/2017), di Kecamatan Pracimantoro, dijumpai hal menarik. Yakni di Mendang Desa Petirsari, ada sumber air yang sudah dibangun perpipaannya. Namun masih terjadi mis antara warga yang bermukim di atas dan di bawah sumber. Ketika sampai di Desa Joho, terdapat sumber Songo, yang luar biasa debit airnya. Di lokasi itu juga sudah dibangun instalasinya oleh Cipta karya dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 200 juta. Namun instalasinya belum sampai finish.

Baca Juga :  Kasus Video Mesum Diduga Guru, Dinas Pendidikan Wonogiri Akan Datangkan Psikolog

“Andai Pemkab merampungkan dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 200 juta sampai Rp 300 juta, tidak masalah, ini merupakan salah satu contoh solusi permanen itu’’ tegas Joko sembari berharap, sebelum masa jabatannya habis, masalah kekeringan di Wonogiri sudah dapat terselesaikan.

Warga Kecamatan Paranggupito, Hesti Handayani mengatakan, sudah beberapa pekan belakangan hujan tidak turun. Hawa saat malam hari sudah berganti dari gerah menjadi dingin. Dia menyatakan, musim kemarau sudah hampir tiba.

“Harus ngirit memakai air. Karena air harus membeli, apalagi nanti kalau musim kemarau sudah benar-benar datang,” ujar dia. # Aris Arianto

BAGIKAN