JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Wouw, Kebutuhan Persiapan Ramadan 2017 Capai 4 Triliun!

Wouw, Kebutuhan Persiapan Ramadan 2017 Capai 4 Triliun!

23
Ilustrasi | Dok Joglosemar

SOLO – Bank Rakyat Indonesia (BI) Solo memperkirakan kebutuhan uang menyambut Ramadan 2017 di wilayah Surakarta mencapai Rp 4 triliun. Hal ini dipicu adanya peningkatan konsumsi masyarakat terhadap komoditas aneka kebutuhan saat Ramadan. Kenaikan kebutuhan uang saat Ramadan ini juga sudah menjadi fenomena setiap tahunnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI Solo Bidang Advisori dan Pengembangan Ekonomi Daerah, Taufik Amrozy mengatakan  kebutuhan uang saat Ramadan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 sebesar Rp 2,1 triliun, kemudian meningkat di tahun 2014 mencapai Rp 2,925 triliun, tahun 2015 meningkat 30,06 persen menjadi Rp 3,8 triliun dan di tahun 2016 meningkat 0,45 persen menjadi Rp 3,82 triliun.

“Di tahun ini diperkirakan kebutuhan rupiah saat Ramadan mencapai Rp 4 triliun,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (13/5/2017). Kenaikan tersebut masih terbilang wajar, karena posisi kas Bank Indonesia saat ini mencapai Rp 5 triliun.

Taufik juga mengatakan kenaikan  kebutuhan uang ini yang utama karena inflasi. Saat Ramadan dan Lebaran harga  beberapa komoditas pasti mengalami kenaikan. Hal tersebut turut mendongkrak kebutuhan masyarakat terhadap rupiah.

“Setiap tahunnya mekanisme pasar dan supply pasar meningkat. Hal ini karena masyarakat menginginkan bermacam-macam kebutuhan di momen sekali dalam satu tahun tersebut. Ada 2 hal yang meningkat, yaitu kebutuhan bahan pokok dan kebutuhan lain seperti sandang atau kebutuhan tersier yang mendadak diinginkan jelang Ramadan dan Lebaran,” ujarnya.

Selain inflasi, lanjut Taufik, juga bisa dipengaruhi karena pertumbuhan penduduk sehingga meningkatkan permintaan. Peningkatan pendapatan ditunjukkan dengan peningkatan daya beli masyarakat sehingga permintaan juga meningkat. Garudea Prabawati