18 Proposal Mahasiswa Kedokteran UMS Lolos Hibah Penelitian Kemenristek Dikti

18 Proposal Mahasiswa Kedokteran UMS Lolos Hibah Penelitian Kemenristek Dikti

57
UJI LAB—Bella Ardhilia Damayanti, Riski Ima Rahmawati, dan Nur Fadhilah sedang menguji khasiat dari jahe merah. Foto : Dok
Dekan FK UMS, dr EM Sutrisna. Foto : dok

SOLO—Sebanyak 18 proposal mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapatkan grand hibah penelitian dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Dana hibah yang diterima oleh mahasiswa yaitu antara Rp 8 juta hingga Rp 12 juta per judul penelitian.

Dekan FK UMS, dr EM Sutrisna mengatakan, proposal mahasiswa FK UMS tahun ini yang lolos dan mendapatkan hibah dari Kemenristek Dikti jumlahnya paling banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun-tahun sebelumnya ada yang dapat hibah, namun baru tahun ini yang jumlah proposalnya paling banyak,” ujarnya, Jumat (9/6/2017).

Baca Juga :  Sejumlah SMK di Solo Masih Kurang Siswa

Menurutnya, untuk UMS total ada 56 proposal yang mendapatkan hibah dari Kemenristek Dikti. Dari 56 proposal tersebut, 18 di antaranya berasal dari mahasiswa FK.

Sutrisna berharap ini merupakan langkah awal FK untuk berkontribusi dalam pengembangan keilmuan terutama obat herbal.

Pasalnya, 18 proposal penelitian mahasiswa itu, 16 di antaranya mengambil tema tanaman herbal, kemudian dua proposal merupakan PKM kewirausahaan dan pengabdian pada masyarakat.

Judul proposal yang lolos mendapatkan dana hibah Kemenristek Dikti ini di antaranya Biji Cokelat untuk Anti Kolesterol, Temu Kunci Memiliki Efek Bakterial, Jahe Merah Memiliki Efek Anti Hipertensi, dan Propolis Madu Asli Kalimantan Bisa Meningkatkan Kesuburan.

Baca Juga :  Inilah Manfaat Meditasi Bagi Tubuh

“Ke depan akan kami tindak lanjuti. Semoga bisa bekerja sama dengan perusahaan obat herbal, sehingga penelitian mahasiswa ini bisa dikembangkan. Dan ini juga sebagai wujud bahwa mahasiswa FK mampu mengeksplorasi tanaman obat Indonesia sebagai kandidat obat herbal,” pungkas Sutrisna.

Dwi Hastuti

BAGIKAN