JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Anak Anda Obesitas? Mungkin Ini Salah Satu Penyebabnya

Anak Anda Obesitas? Mungkin Ini Salah Satu Penyebabnya

57
BAGIKAN
ilustrasi. Foto : cenhealthcom

SOLO – Anak-anak yang kamar tidurnya ada televisi memiliki risiko lebih besar untuk menjadi obesitas, terlebih bagi anak perempuan.

Dalam sebuah penelitian tim University Collage London, anak perempuan yang kamar tidurnya ada televisi memiliki kemungkinan lebih gemuk dari pada anak laki-laki.

Saat berusia tujuh tahun, anak prempuan dengan televisi di kamar tidur memiliki prosentase 30 persen risiko obesitas saat menginjak usia 11 tahun, dibanding mereka yang tidak ada televisi di kamarnya. Sementara untuk anak laki-laki memiliki prosentase 20 persen.

Anak perempuan berusia 7 tahun dengan televisi di kamar tidurnya memiliki persentase sebesar 30% resiko lebih tinggi kelebihan berat badan pada saat menginjak usia 11 tahun dibanding mereka yang tidak ada televisi di kamarnya.

Salah seorang peneliti, Dr Anja Heilmann yang temuannya di publikasikan di Internasional Journal of Obesity mengatakan kegemukan pada anak-anak di Inggris merupakan sebuah masalah kesehatan utama.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa ada kaitannya memiliki TV di kamar tidur pada anak-anak dan menjadi gemuk beberapa tahun kemudian,” kata Dr Anja Heilmann seperti dilansir Dailymail.

Anak-anak yang berusia 3 tahun yang mengalami masalah berat bedan akan beresiko lebih tinggi mengalami obesitas dan meningkatkan prosentase lemak di dalam tubuhnya.

Tetapi dampak yang lebih signifikan terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki. Dr Heilmann berpikir hal ini terjadi karena anak perempuan sangat jarang berolahraga dibanding anak laki-laki.

“Jika kamu melihat anak-anak menonton TV, anak laki-laki akan melompat disekitar dan melonjak-lonjak di atas sofa dan tidak bisa diam. Mereka selalu bergerak. Anak perempuan tidak melakukannya.”

Dr Heilmann berkata menempatkan televisi di ruang tamu membuat orangtua bisa mengawasi berapa lama anak-anak mereka menonton televisi.

Namun lebih dari itu, menempatkan televisi di kamar membuat anak-anak punya kemungkinan menonton hingga larat malam dan membuat waktu tidur kurang.

“Jika mereka memiliki TV di kamarnya, ini mungkin menyebabkan mereka menonton hingga larut malam dan tidak cukup tidur.”

“Kita menemukan bahwa TV yang ada di kamar anak-anak adalah faktor resiko independen yang menyebabkan kelebihan berat badan dan meningkatkan banyaknya lemak di tubuh dalam sample perwakilan nasional pada anak-anak di Inggris.”

“Strategi pencegahan obesitas pada masa kanak-kanak harus mempertimbangkan Tv yang ada dalam kamar tidur sebagai faktor resiko obesitas.”

Dr Heilmann mengakui lebih jauh penelitian lain dibutuhkan untuk mengetahui kaitannya secara tepat terutama pada era digital dimana anak-anak mungkin menonton acara televisi melalui smartphone, tablet maupun laptop di kamar mereka, tidak hanya di TV model lama.

Sandi Lathunusa