Anggun dan Elegan Berlebaran dengan Batik

Anggun dan Elegan Berlebaran dengan Batik

166
Foto-foto : Yuhan Perdana

Dengan koleksi tema Sasikirana, Batik Danar Hadi memberikan sekitar 40 koleksi ready to wear terbaru untuk menyambut Ramadan dan Lebaran 2017.

Beberapa koleksi tersebut sangat cocok digunakan oleh para wanita khususnya yang telah mapan dan percaya diri.

Marketing Communication Supervisor Area II, Inou Marscta Hernawan mengatakan Sasikirana merupakan bahasa Sansekerta yang berarti soft muted.

Artinya, tren warna busana yang ditampilkan yakni mengandung warna yang soft seperti hijau, biru, merah dan cokelat tanah.

Foto : Yuhan Perdana

“Kami memang sengaja mengambil beberapa warna agar tidak stagnan putih. Karena kalau Lebaran dengan warna putih itu sudah sangat biasa,”ungkap Inou.

Inou menerangkan adapun lima sequence yang dibagi dalam setiap busana yang didominasi bahan sutera. Sequence pertama yakni rangkaian blus dari bahan sutera krep yang dipadukan dengan aneka sarung modifikasi dari bahan sutera krep dengan teknik proses cap.

Baca Juga :  Menikmati Liburan Panjang Dengan Wisata dan Kuliner di Yogyakarta
Dengan koleksi tema Sasikirana, Batik Danar Hadi memberikan sekitar 40 koleksi ready to wear terbaru untuk menyambut Ramadan dan Lebaran 2017. Foto : Yuhan Perdana

“Gaya ini membuat sang pemakai terlihat anggun dan elegan,”kata dia.

Sementara untuk sequence kedua  Batik Danar Hadi menghadirkan koleksi jalinan jlamprang yang terdiri dari aneka atasan motif jlamprang berbahan sutera krep dengan proses cap dan gaya desain etnik kausal.

Untuk sequence ketiga merupakan koleksi lereng mix jumput yang merupakan aneka blus serta dipadukan dengan rok dan celana dengan garis rancang yang simpel.

Foto : Yuhan Perdana

“Untuk sequence pertama hingga ketiga, busananya juga bisa digunakan untuk acara formal seperti hajatan. Jadi bisa dimanfaatkan setelah Lebaran mengingat akan banyak juga undangan pernikahan setelah itu,” lanjutnya.

Selanjutnya untuk sequence keempat ada koleksi tunik-tunik cap berbahan sifon dihadirkan dengan warna-warna soft, sogan dan berdesain elegan minimalis.

Terakhir, sequence kelima dengan paduan pasmina. Busana ini menggunakan bahan sutera sifon cap kombinasi tulis dalam warna klasik.

Baca Juga :  Begini Suasana Malem Selikuran Ramadhan 1438 H
Foto : Yuhan Perdana

“Kami memang lebih ke sutra dengan batik cap sebagai finishing-nya. Jadi tidak ada yang tulis. Cutting desainnya pun kami bedakan dengan sentuhan klasik. Sementara untuk busana laki-laki masih standar kemeja dengan bahan katun,”ulasnya.

Untuk tambahan asesoris, lanjut Inou, tidak terlalu ditonjolkan. Karena motif dalam setiap busana sudah ramai.

Namun sedikit sentuhan gelang maupun anting juga bisa menjadi pelengkap untuk kaum hawa. sementara untuk pria, biasanya memakai asesoris jam tangan.

Foto : Yuhan Perdana

“Ada juga motif kontemporer seperti parang yang dipadukan antara atasan dan bawahan. Saat kita mencoba berani seperti itu ternyata banyak juga yang minat. Namun kami tetap mengusung desain yang simpel dan tidak terlalu aneh-aneh agar pemakainya pun nyaman,”ujarnya.

Dynda Wahyu Wardhani

BAGIKAN