JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Asuransi Usaha Ternak Sapi Masih Sepi Peminat, Sosialisasi Kurang Efektif?

Asuransi Usaha Ternak Sapi Masih Sepi Peminat, Sosialisasi Kurang Efektif?

71
BAGIKAN
Joglosemar/Yuhan Perdana
PASARAN SAPI KALIYOSO

Sudah cukup lama rasanya program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) yang dicanangkan oleh Kementrian Peternakan itu terdengar.

Namun belum sempat akrab di telinga, gaung dari program itu seolah lenyap kembali. Bagaimana sebenarnya nasib program tersebut?

Dari penelusuran reporter koran ini, program itu ternyata masih sepi peminat.  Bukannya program itu tak menari, namun dimungkinkan minimnya sosialisasi dari pihak-pihak  terkait, membuat kesadaran masyarakat masih sangat minim .

Sunanto (55), salah satu peternak sapi warga Desa Kwarasan, Kecamatan Jatinom, Klaten, mengaku hingga saat ini dia juga belum menjadi peserta AUTS. Pasalnya, ia berencana mendaftar secara kolektif dengan beberapa rekan peternak yang lain yang juga tergabung dalam Kelompok Ternak Sapi Perah Maju Makmur.

“Sebenarnya sudah direncanakan untuk mendaftar. Tapi karena masing-masing pengurus juga memiliki kesibukan lain, akhirnya rencana tersebut pun terus tertunda,” tuturnya.

Sunanto mengaku, sebenarnya dia tertarik dengan program tersebut. Namun ia masih mempertanyakan apakah ketentuan yang dijabarkan saat sosialisasi sebelumnya akan benar-benar ditepati oleh pemerintah.

Ia khawatir, pengurusan klaim akan susah, rumit dan kemungkinan terburuk adalah peternak tidak akan mendapatkan haknya.

“Pihak  asuransi juga harus konsekuen sesuai dengan kriteria yang ditawarkan. Yang penting proses awal untuk klaim dipermudah dan dipercepat. Jadi harus sama saat sosialisasi,” ucapnya.

Joglosemar/Yuhan Perdana
PASARAN SAPI KALIYOSO

Menurut Sunanto, saat ini di Kelompok Ternak Sapi Perah Maju Makmur terdapat 17 anggota dengan total sapi sekitar 150-an. Sebagian peternak pun sudah mengikuti program AUTS. Ia pun berharap pemerintah dapat memenuhi janjinya sesuai dengan komitmen yang digencarkan.

“Kita kan juga nggak tahu kapan sapi akan mati. Semoga bila kemungkinan buruk itu terjadi, kami juga tidak merasa terlalu dirugikan dengan keikutsertaan di  program AUTS,” kata dia.

Peternak sapi lainnya, Warto asal Gajah, Sedayu, Jumantono, Karanganyar mengaku sampai saat ini belum mendapatkan sosialisasi tentang AUTS.