JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pendidikan Banyak SD Negeri di Solo Minim Peminat, Pendaftar Tak Sampai 20 Anak

Banyak SD Negeri di Solo Minim Peminat, Pendaftar Tak Sampai 20 Anak

76
BAGIKAN
Ilustrasi

SOLO – Setelah dilakukan pengumuman seleksi masuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tahun Ajaran 2017/2018 pada Kamis (22/6), terdapat banyak SDN yang sepi peminat.

Hal ini terlihat dari kuota daya tampungnya masih di bawah standar yang ditetapkan dalam Permendikbud No. 17 Tahun 2017 tentang PPDB pada TK dan SD.

Dalam Permendikbud tersebut terdapat aturan bahwa dalam satu Rombongan Belajar (Rombel) maksimal memiliki daya tampung 28 siswa. Namun pada kenyataannya, banyak SDN yang mendapat murid jauh di bawah angka 28.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar SD dan Anak Usia Dini (AUD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta, Wahyono mengatakan, pelaksanaan PPDB SDN dilakukan secara offline.

“Hari ini (Kamis 22/6/2017) dilakukan pengumuman seleksi. Kemudian di hari yang sama langsung daftar ulang. Ini dilakukan supaya sebelum lebaran siswa sudah dapat sekolah,” ujar Wahyono

Hanya saja berdasarkan laporan, banyak SDN yang mendapatkan siswa minim. Misalnya untuk  SDN di daerah Banjarsari, berdasarkan laporan sementara per Kamis (22/6/2017) hingga pukul 11.00 WIB di antaranya SDN Nayu Barat 1 baru memperoleh 17 siswa, SDN Yoso dapat 10 siswa, SDN Sumber 13, SDN Bibis Wetan 15 siswa, SDN Purworejo peroleh 18 siswa, SDN Munggung 1 memperoleh 12 siswa.

Lalu SDN Sekip dapat 17 siswa, SDN Prawit 2 dapat 22 siswa, SDN Munggung 1 dapat 12 siswa, SDN Cinderejo dapat 21 siswa, SDN Munggung 2 dapat 15 siswa dan masih banyak SD yang laporan perolehan siswanya belum sampai ke Disdik.

“Jadi bagi yang satu sekolah satu Rombel, maka maksimal menerima siswa hanya 28 siswa. Kecuali bagi SDN yang sebelumnya sudah memiliki kelas pararel. Sehingga meski jumlah pendaftar melebihi 28 siswa harus diseleksi dan tidak boleh menerima siswa di atas 28 anak untuk sekolah yang hanya memiliki satu Rombel,” kata Wahyono.

Lanjut Wahyono, bagi pendaftar SDN yang tidak diterima bisa mendaftar ke SDN yang jumlah siswanya belum sampai 28 anak.

“Meski sudah diumumkan dan daftar ulang, bagi sekolah yang masih memiliki kuota daya tampung tetap boleh menerima siswa baru untuk mengisi kuota daya tampung tersebut,” imbuh Wahyono.

Masih kurangnya kuota daya tampung di beberapa SDN ini bisa dikarenakan beberapa faktor. Di antaranya faktor lingkungan sekolah serta jumlah usia sekolah di kawasan tersebut.

“Ya mau gimana lagi kalau ternyata usia sekolah anak-anak yang tinggal di lingkungan SDN tersebut tidak ada,” ujarnya.

Untuk itu, pihak sekolah dalam hal ini SDN diimbau untuk segera melaporkan perolehan siswa ke UPTD Pendidikan.

Hal ini supaya diketahui mana saja yang kurang sehingga misal ada yang membutuhkan sekolah bisa segera diinfokan.

Dwi Hastuti