JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Bawang Merah Ternyata Bisa Mencegah Kanker, Ini Temuan Peneliti di Kanada

Bawang Merah Ternyata Bisa Mencegah Kanker, Ini Temuan Peneliti di Kanada

202
BAGIKAN
Salad bawang merah. Foto : chezus

SOLO – Mengonsumsi banyak bawang merah bisa mencegah kanker, menurut penelitian terbaru. Sayuran, yang populer salad dan salsa kaya akan kandungan gizi yang dapat menghancurkan sel-sel tumor.

Hal ini diketahui banyak orang yang mengonsumsi bawang lebih rendah beresiko mengalami beberapa penyakit termasuk kanker ovarium, kanker usus dan kanker payudara. Bawang mengandung beberapa komponen anti kanker termasuk quercetin dan antosianin yang krusial memberi warna merah.

Abdulmonem Murayyan PhD, mahasiswa di University of Guelph, Kanada mengatakan Antosianin merupakan komponen yang mempengaruhi warna pada buah-buahan dan sayuran.

“Jadi inilah sebabnya warna bawang merah, yang lebih gelap warnanya akan lebih melawan kanker.”

Pada penelitian pertamanya, Murayyan dan Professor Suresh Neethirajan menemukan bawang merah memiliki efek untuk melawan kanker. Sayuran yang dipakai dalam masakan mediterania selama ribuan tahun dapat membantu menjelaskan rendahnya penyakit di Eropa selatan.

Potongan bawang merah berbentuk dadu di salad, ditaburi sebagai hiasan atau dicincang di pasta merupakan salah satu cara untuk memakan makanan mentah. Bawang merah juga dikaitkan dengan perlindungan terhadap diabetes dan penyakit jantung.

Para peneliti mengatakan bawang merupakan makanan super yang masih belum diketahui manfaatnya, disisi lain mengandung salah satu konsentrasi tertinggi dari quersetin sejenis dari flavonoid.

Tapi tidak semuanya dibuat sama karena bawang merah tidak hanya memiliki level tertinggi dari ini tapi juga jumlah yang besar dari antosianin yang meningkatkan sifat pemulungan quercetin, menurut penjelasan dari Murrayan seperti dilansir Mirror. Bersama dengan Prof Neethirajan, dia menguji 5 jenis bawang yang tumbuh di Ontario dan lingkaran merah Ruby diatasnya.

Dalam uji lab, dilaporkan di Food Research International, sel kanker usus besar ditempatkan secara langsung dengan ekstrak quercetin dari 5 jenis bawang.

“Kita menemukan bawang-bawang sangat bagus untuk membunuh sel kanker. Bawang mengaktifkan jalur yang mendorong sel kanker mengalami kematian sel,” kata Murrayan.

“Mereka mempromosikan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi kanker sel dan mereka menganggu komunikasi antara sel-sel kanker yang menghambat pertumbuhan,” lanjutnya.

Para peneliti akhir-akhir ini juga menemukan bawang efektif untuk membunuh sel kanker payudara. “Langkah selanjutnya akan diuji kekuatan melawan kanker nabati pada manusia,” tambahnya.

Penelitian ini mengikuti penelitian sebelumnya dalam hal teknik ekstrak terbaru yang membatasi penggunaan bahan kimia, dengan membuat quercetin yang ditemukan di bawang layak untuk dikonsumsi. Metode ekstrak lainnya menggunakan pelarut yang meninggalkan residu beracun yang kemudian larut dalam makanan.

“Metode baru ini yang kita uji agar efektif hanya menggunakan air panas dalam wadah bertekanan.”

“Mengembangkan ekstrak bebas kimia sangat penting karena hal ini berarti kita menggunakan sifat perlawanan bawang pada kanker dala nutraceutical dan dalam bentuk pil.”

Para peneliti mengatakan kita juga bisa menambahkan makanan super ini kedalam salad dan burger sebagai tindakan pencegahan kanker.

Tapi mereka berekspetasi ekstrak bawang ditambahkan kedalam produk-produk makanan seperti jus atau makanan panggang dan dijual dalam bentuk pil seperti pengobatan alami kanker.

Para ahli mengatakan hai ini sangat baik jika mengonsumsi bawang merah mentah daripada memasaknya dan akan menghilangkan kandungannya.

Jika diabetes, kamu harus makan bawang merah mentah untuk membantu meningkatan insulin. Bawang merah merupakan sayuran berserat, yang membantu proses pencernaan. Satu bawang merah mengandung sekitar 1,5 gram serat.

Komponen flavonoid merupakan komponen yang sama yang memberi pigmentasi bawang, menurunkan low density lipoprotein (LDL), atau kolestrol jahat pada orang berobesitasyang beresiko terserang penyakit jantung. Flavonoid juga memiliki kemampuan anti inflamatory dan sangat berguna untuk pengobatan arthritis dan kondisi lainnya.

Tiidah hanya bawang merah menurunkan kadar kolestrol, mereka juga bisa menangkis penyakit jantung dan menghambat pembentukan gumpalan. Mereka juga bisa membantu untuk menjaga tekana darah dan mengurangi inflamasi darah ke pembuluh darah.

Sandi Lathunusa