JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Begini Cara Polisi Urai Kemacetan di Pasar Ampel Boyolali

Begini Cara Polisi Urai Kemacetan di Pasar Ampel Boyolali

310
BAGIKAN
Arus lalu lintas di Jalan Raya Semarang-Solo di Kawasan Pasar Ampel hingga jembatan Bakalan Ampel lenggang pada puncak arus mudik H-1 Lebaran, Sabtu (24/6). Untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut, Polres Boyolali memberlakukan sistem buka tutup. Foto : Joglosemar | Satria Utama

BOYOLALI – Kepolisian Resor Boyolali memberlakukan sistem buka tutup di jalur utama Semarang-Solo, mulai kawasan Pasar Ampel hingga bagian sisi timur Jembatan Bakalan.

Sistem rekayasa ini untuk mengurai kemacetan pada puncak arus lalu lintas pada H-1 Lebaran 1438 H.

Sistem buka tutup hanya diberlakukan dari arah Solo-Semarang (timur ke barat), mengingat intensitas kendaraan dari arah timur menuju ke barat memang jauh lebih lenggang. Sedangkan dari arah Semarang-Solo (barat ke timur) sistem buka tutup tidak diberlakukan.

Artinya, jalur pada ruas tersebut tidak ada penutupan. Hanya saja, jika dari arah timur ditutup, maka mulai dari bagian sisi barat Pasar Ampel hingga timur Jembatan Bakalan menjadi satu arah ke timur.

Sistem ini berlaku sekitar 15 menit dan akan kembali dibuka dua jalur kembali. Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi melalui Wakapolres M Zulfikar Iskandar menjelaskan, sistem buka tutup arus lalu lintas ini sebetulnya kondisional.

Jika dari arah barat sudah ada antrean kendaraan, dari arah timur langsung ditutup. Sehingga, kendaraan dari arah barat bisa memanfaatkan lebar jalan yang sebelumnya dua arah menjadi 1 arah.

“Rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup di kawasan Pasar Ampel-Timur Jembatan Bakalan terbukti efektif  dapat mengurai antrean kendaraan pada puncak kepadatan arus mudik pada H-1 Lebaran,” terang dia kepada Joglosemar di sela memimpin pengaturan sistem rekayasa lalu lintas di sisi barat Jembatan Bakalan Ampel.

Lebih lanjut, Wakapolres menjelaskan, faktor utama terjadinya antrean kendaraan lantaran terjadinya penyempitan jalan di Jembatan Bakalan. Potensi kemacetan tidak hanya saat momen arus mudik Lebaran saja.

Arus lalu lintas di Jalan Raya Semarang-Solo di Kawasan Pasar Ampel hingga jembatan Bakalan Ampel lenggang pada puncak arus mudik H-1 Lebaran, Sabtu (24/6). Untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut, Polres Boyolali memberlakukan sistem buka tutup. Foto : Joglosemar | Satria Utama

Guna mengantisipasi terjadi kemacetan, maka pihaknya memberlakukan kebijakan dengan sistem buka tutup.

Menurut dia, sejak Sabtu (H-1 Lebaran) pagi, lebih dari 70 personel kepolisian disebar di sejumlah titik mulai dari bagian barat Pasar Ampel hingga sisi timur Jembatan Bakalan.

“Intensitas kendaraan dari arah Semarang menuju Solo memang sangat tinggi. Dengan sistem buka tutup Alhamdulillah berhasil dan tidak terjadi antrean kendaraan dari arah barat ke timur. Kami memanfaatkan lebih rendahnya intensitas kendaraan dari arah timur ke barat,” imbuh dia.

Pantauan Joglosemar, intensitas kendaraan pemudik di Jalan Raya Semarang-Solo terpantau mengalami peningkatan sangat tinggi. Namun, tidak ada antrean panjang kendaraan mulai dari Banyudono-Ampel Kabupaten Boyolali pada Sabtu (24/6/2017) siang.

Sempat dikabarkan adanya antrean kemacetan panjang pada ruas jalur Semarang-Solo (barat ke timur) di kawasan Pasar Ampel hingga timur Jembatan Bakalan, informasi tersebut ternyata tidak terbukti.

Memang sempat terjadi antrean kendaraan di kawasan Pasar Ampel, namun masih dalam batas kewajaran.

Hal tersebut disampaikan Prasetyo (58) seorang pedagang di depan Pasar Ampel. Menurut dia, memang ada antrean kendaraan dari arah barat ke timur, namun masih dalam batas kewajaran.

“Setahu saya, sejak sekitar pukul 10.00 WIB ada pengaturan sistem pengaturan sistem buka tutup dari arah timur. Jadi dalam beberapa waktu, arus lalu lintas di kawasan Pasar Ampel hingga Jembatan Bakalan menjadi 1 arah dari barat ke timur,” jelas dia.

“Kendaraan dari arah barat memanfaatkan lebar jalan yang sebelumnya dua arah menjadi satu arah ke timur. Namun, dalam beberapa waktu lagi, jalur dari arah timur dibuka kembali dan begitu seterusnya,” imbuh dia.

Satria Utama