JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Buka Bersama di Balai Desa, 115 Warga Andong Boyolali Keracunan

Buka Bersama di Balai Desa, 115 Warga Andong Boyolali Keracunan

78
BAGIKAN
ilustrasi

BOYOLALI—Sedikitnya 115 orang warga Desa Kadipaten, Kecamatan Andong mengalami keracunan setelah menyantap menu buka puasa bersama di balai desa setempat.

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mereka semua langsung dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Informasi yang berhasil dihimpun, acara buka puasa digelar pada Rabu (21/6/2017) sore. Namun mereka mulai merasa mual, muntah, dan diare akibat keracunan pada Kamis (22/6/2017).

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Boyolali Sherly J Kilapong, setelah mendapatkan perawatan medis, sebagian korban sudah diizinkan pulang karena kondisinya membaik.

Tapi, hingga Jumat (23/6/2017) kemarin masih ada puluhan korban yang terpaksa masih harus mendapat perawatan.

“Sebelumnya mereka yang dirujuk ke RSUD Waras Wiris sebanyak 88 orang, dirujuk ke Puskesmas Andong sebanyak 23 orang, sedangkan sisanya dibawa ke Puskesmas Kemusu, serta sebagian ada yang dibawa ke bidan desa maupun mantri kesehatan di dekat kediaman para korban,” jelasnya.

“Informasi yang  saya dapat pada hari ini (kemarin), sekitar 23 korban masih harus menjalani perawatan di RSUD Waras Wiris. Selain itu ada sekitar 20 orang yang juga masih menjalani perawatan di sejumlah puskesmas,” tambah Sherly.

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penyebab keracunan adalah es buah yang mereka santap. Pihak Dinas Kesehatan pun telah membawa sejumlah sampel makanan dan minuman yang disantap para korban.

“Tim kami telah membawa sejumlah sampel makanan dan minuman seperti nasi putih, tahu isi, ayam goreng, sambal tomat, berbagai jenis lalapan seperti kol, serta buah pisang dan es buah. Kita akan uji di laboratorium untuk mengetahui penyebab keracunan,” jelas Sherly.

Namun, untuk mengetahui hasilnya dibutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi saat ini memasuki libur lebaran.

“Kami juga masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan. Diduga kuat penyebab keracunan berasal dari es buah. Sebab gejala keracunan seperti diare dan muntah-muntah berselang lebih dari 12 jam kemudian,” pungkas Sherly.

Satria Utama