Buntut Gaji Dua Bulan Tak Dibayar, Para Pemain Bersiap Tinggalkan Sragen United

Buntut Gaji Dua Bulan Tak Dibayar, Para Pemain Bersiap Tinggalkan Sragen United

1095
Selebrasi Jodi Kurniadi setelah sukses menjebol gawang Persipon Pontianak dalam pertandingan di Stadion SSA Pontianak, Minggu (23/4). Foto : Dok Sragen United

SRAGEN – Sragen United terancam kehabisan pemain usai putaran pertama Liga 2 berakhir. Macetnya pembayaran dua bulan gaji, serta manajemen yang dinilai ingkar janji membuat penggawa tim berjuluk Gajah Purba bersiap pindah klub.

Hal ini diungkapkan salah seorang penggawa Sragen United saat dihubungi Joglosemar, Rabu (21/6/2017) malam.

Dia menyebut para pemain dan official mulai habis kesabarannya setelah Komisaris Utama Sragen United, Indika Wijaya Kusuma mengingkari perjanjian pembayaran gaji yang seharusnya diselesaikan Selasa (20/6/2017) siang. Padahal, perjanjian itu ditandatanganinya di atas kertas bermaterai.

Sejak Selasa malam, semua pemain sudah meninggalkan mes pemain yang ada di Pacitan. Mereka pulang tanpa membawa uang yang seharusnya menjadi haknya.

“Mayoritas pemain mau pindah karena tidak betah dengan situasi seperti ini. Saya sendiri sudah dapat tawaran dari salah satu klub Liga 2. Mereka sangat serius dan saya cukup senang dengan penjelasannya,” terang salah seorang pemain Sragen United yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Empat Siswi Korban Guru Pedofil di Karanganyar Trauma Berat

Senada dengannya, salah satu pemain muda Sragen United pun sudah mendapat tawaran dari klub Liga 1. Bahkan usai putaran pertama Liga 2 selesai, dia langsung merapat ke klub tersebut untuk memulai latihan.

“Sudah ada beberapa yang menghubungi. Mungkin nanti saya akan gabung ke salah satu klub di Jawa Timur. Mereka sudah memberikan tawaran,” ucapnya.

Bukan persoalan susah untuk mereka meninggalkan Sragen United. Dalam isi surat perjanjian yang ditandatangani Indika Wijaya Kusuma, ternyata Sragen United juga wajib memberikan surat keluar kepada para pemain andai gaji tak dibayarkan Selasa malam.

Baca Juga :  Lawan Pemecah Belah NKRI, Ribuan Warga dan Aparat Sragen Gelar Aksi Cuci 1.000 Bendera Merah Putih

“Dan sampai saya pulang sekarang pun tidak ada kejelasan lagi. Jadi setelah ini saya minta Sragen United memberikan surat keluar serta menyelesaikan kewajibannya. Jujur sekarang kami bingung, apalagi sudah mau lebaran tidak punya uang,” tambahnya.

Permasalahan yang dihadapi Sragen United membuat perjuangan mereka menembus papan atas grup 4 semakin sulit. Dua pemuncak klasemen sementara, Persis Solo dan PSIS Semarang justru berancang-ancang untuk menambah pemain pada jeda kompetisi. Begitu pula dengan klub-klub lain, seperti PSIR Rembang, Persiba Bantul hingga Persipon Pontianak.

Nofik Lukman Hakim

BAGIKAN