JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Bus Ugal-ugalan Tabrak Empat Mobil di Jembatan Timbang Banyudono

Bus Ugal-ugalan Tabrak Empat Mobil di Jembatan Timbang Banyudono

179
Ilustrasi

BOYOLALI – Kecelakaan karambol terjadi di jalur utama Solo-Semarang, tepatnya depan jembatan timbang Banyudono, Boyolali, Minggu (18/6/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, kecelakaan melibatkan bus bernomor polisi A 7777 ER dan empat mobil lain. Bus yang mengangkut sekitar 35 penumpang rombongan mudik asal Kabupaten Grobogan dan Wonogiri itu melaju dari arah barat (Jakarta) menuju ke timur.

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini, namun kerusakan parah pada bagian body terjadi pada sejumlah mobil yang terlibat.

Kemacetan panjang juga terjadi pada jalur utama di jalur tersebut. Diduga, kecelakaan tersebut akibat pengemudi bus yang ugal-ugalan.

Kecelakaan bermula saat bus bertuliskan ‘Jasa Perkasa’ tersebut melintas kencang. Tidak menyadari jika kepadatan lalu lintas di jalur tersebut, tiba-tiba bus menabrak mobil Honda HRV bernomor polisi B 1865 GKL yang dikemudikan bernama Suwito asal Pacitan. Akibatnya mobil tersebut menabrak Toyota Innova berplat nomor AD 9194 QD yang dikemudikan warga Boyolali, Nurcahyo.

Lantaran tidak dapat mengendalikan laju kendaraan, mobil itu langsung membentur Toyota Fortuner warna putih. Laju yang tidak terkendali juga menghantam Toyota Avanza.

Bus juga nyaris terguling lantaran menerjang median jalan untuk menghindari tabrakan yang lebih parah. Bahkan, sebelum berhenti bus sempat melaju pada ruas jalan arah sebaliknya.

Berdasarkan keterangan sopir bus, Rama, laju bus yang tidak terkendali disebabkan rem yang blong. Namun, keterangan sopir bus justru dibantah oleh sejumlah penumpang. Hal itu diungkapkan oleh Agus salah seorang penumpang.

Menurut dia, bus pengemudi bus ugal-ugalan sejak menggantikan sopir utama, tepatnya di wilayah Kabupaten Batang. Bantahan yang sama juga diungkapkan oleh pengemudi utama bernama Wiji. Kepada petugas kepolisian, Wiji menepis jika rem blong.

“Bus ini saya kemudian dari Jakarta tidak ada permasalahan pada rem. Bohong itu Pak. Dia (Rama) sudah saya ingatkan sejak awal, namun masih saja nekat,” terang Wiji.

Semua korban sepakat menuntut ganti rugi seluruh kerusakan yang dialami akibat insiden kecelakaan tersebut.

Satria Utama

BAGIKAN