JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Ekstrak Kulit Pisang Kepok Ternyata bisa Jadi Antiseptik Alami

Ekstrak Kulit Pisang Kepok Ternyata bisa Jadi Antiseptik Alami

94
BAGIKAN
ilustrasi kulit pisang. Foto : NPR

Siapa yang tidak tahu dengan kulit pisang kapok? Ternyata kulit pisang kapok ini bisa dibuat untuk membersihkan tangan dari bakteri.

Adalah tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran  Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang berhasil melakukan eksperimen yang berbahan dasar dari kulit pisang kepok.

Mereka adalah Atika Budi Intan Lestari,Ummu Faiza Rahma, Irma Yulida, Maya Arum Sari serta dibimbing oleh dr Anika Candrasari, M.Kes.

Ketiga mahasiswa ini melakukan penelitian dengan tajuk (Handsanitizer Kulit Pisang) Aplikasi Gel Antiseptik dari Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L) sebagai Antiseptik Alami

Atika menjelaskan dalam menjaga kesehatan tubuh, memelihara kebersihan tangan merupakan hal yang sangat penting. Dalam aktivitas sehari-hari tangan seringkali terkontaminasi dengan mikroba, sehingga tangan dapat menjadi perantara masukya mikroba ke dalam tubuh.

“Dengan meningkatnya produk-produk topikal berbahan aktif tanaman untuk perawatan kesehatan dan pencegahan penyakit, serta mengurangi beberapa efek samping pengunaan antiseptika berbahan dasar alkohol, maka perlu dibuat sediaan gel antiseptika bahan alternatif yaitu dari ekstrak kulit pisang kepok (Musa Paradisiaca L), “ jelas Atika.

Kandungan dari kulit pisang terdiri dari flavonoid, tanin, flobatannin, alkaloid, glikosida dan terpenoid terdapat dalam kulit Genus Musa. Pada uji fitokimia telah dilaporkan menggunakan beberapa efek biologis dan farmakologis.

Proses ekstraksi ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96 persen menghasilkan 30 gram ekstrak dari 5 kg kulit pisang kepok .

“Berdasarkan hasil peelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok pada konsentrasi tinggi memiliki efek antiseptik pada uji kontak jari tangan pada media dalam cawan petri. Efek antiseptik diukur berdasarkan perhitungan jumlah bakteri pada kontrol positif, kontrol negatif dan gel ekstrak kulit pisang kapok,” ujar Atika.

Dwi Hastuti