Hilang Semalaman, Kondisi Bocah SD Asal Gondang Ini Bikin Histeris Orangtuanya..

Hilang Semalaman, Kondisi Bocah SD Asal Gondang Ini Bikin Histeris Orangtuanya..

6856
Kapolsek Ngrampal, AKP Budiyono bersama tim Sukarelawan PMI, BPBD sesaat seusai mengevakuasi jasad bocah SD yang tewas tenggelam di Sungai Ngarum, Ngrampal, Selasa (13/6/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Nasib malang menimpa Haryanto (11), asal Dukuh Karang Tempel RT 19, Srimulyo, Gondang. Bocah yang masih duduk di bangku kelas V SD itu ditemukan tewas mengambang di Sungai Klalimantras, Dukuh Ngarum, Ngrampal, Selasa (13/6/2017).

Putra dari Bejo-Pariyem itu ditemukan dalam posisi telungkup di tepian sungai oleh warga sekitar sekira pukul 06.00 WIB kemarin. Sebelumnya, korban sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Senin (11/6/2017) petang.

Informasi yang dihimpun di lapangan, jasad korban ditemukan kali pertama oleh Paimin (50) warga Dukuh Ngarum RT 8, Desa Ngarum. Pagi itu, ia yang hendak buang hajat di sungai, mendadak kaget melihat sesosok mayat bocah laki-laki dalam kondisi telanjang.

Baca Juga :  INFO MUDIK TOL SOKER: Intip Berapa Jumlah Pemudik Yang Sudah Lewat Tol Soker

Saat ditemukan, kondisi korban tengkurap dengan mulut dan perut yang membesar akibat kebanyakan air. Kondisinya juga sudah mengeluarkan bau menyengat.

Penemuan itu langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat yang diteruskan ke Polsek. Tak lama berselang, tim dari Polsek, PMI, BPBD, dan SAR tiba di lokasi untuk mengevakuasi jasad bocah laki-laki tersebut.

“Tadi evakuasi melibatkan tim kami dari sukarelawan PMI, BPBD, kepolisian dan warga setempat. Selesai dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum,’ ujar Kepala Markas PMI Sragen, Dwi Purwanto didampingi Ketua Sukarelawan PMI, Endro di sela evakuasi kemarin.

Baca Juga :  Rumah Warga Ngrampal Digerebek Polisi, Ditemukan Ratusan Butir Pil Koplo

Penemuan jasad korban langsung disambut isak tangis dan histeris dari keluarganya. Bahkan, ibunya juga tak henti meratap melihat buah hatinya yang pamit untuk mandi di sungai itu sudah tak bernyawa.

Kapolsek Ngrampal, AKP Budiyono menyampaikan dari hasil visum dan olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban sudah tidak pulang sejak Senin (11/6/2017) dan diduga tenggelam saat mandi di sungai tersebut.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Kemungkinan korban mandi dan tenggelam lalu kemasukan banyak air sehingga meninggal serta hanyut sampai ke Ngrampal,” jelasnya. Wardoyo

BAGIKAN