JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Ini Kegiatan Badan Narkotika Sukoharjo Selama Bulan Ramadan

Ini Kegiatan Badan Narkotika Sukoharjo Selama Bulan Ramadan

29
Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukoharjo bagi-bagi takjil gratis pada pengguna jalan. Foto : Aris Arianto

SUKOHARJO – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukoharjo tidak lantas “puasa” beraktivitas selama Ramadan tahun ini.

Justru, agenda kegiatan menumpuk mulai bagi-bagi takjil dan menu sahur gratis, bagi-bagi santunan, hingga penyuluhan bahaya Narkoba.

Koordinator Penyuluh BNK Sukoharjo, Agus Widanarko mengatakan sejumlah agenda padat mengisi Ramadan 2017. Di antaranya pembagian menu santap sahur maupun membagikan takjil, semuanya gratis.

“Kami menggandeng komunitas untuk ikut membagikan menu sahur maupun tahlil, misalnya kombo (komunitas motor boks),” kata pria yang akrab disapa Danar tersebut kepada Joglosemar, Senin (5/6/2017).

Lokasi pembagian makanan adalah di titik-titik strategis yang kerap dilalui kendaraan. Misalnya simpang lima, seputar pasar Ir. Soekarno, terminal Sukoharjo, dan lainnya.

Sedangkan sasaran penerima adalah tukang ojek, pengemudi becak, maupun kalangan pengemudi angkutan umum.

“Untuk bagi-bagi menu sahur kami laksanakan sekitar 9 kali, kalau pembagian menu takjil sekitar tiga kali,” jelas dia.

Pihaknya juga mengagendakan pembagian takjil dengan jumlah 1.000 buah di pengujung Ramadan nanti. Lokasi yang dipilih sekitar mall The Park Solo Baru.

Seribuan takjil tersebut nantinya akan dibagikan kepada para pemudik yang melintas. Di lokasi lain, bakal dihelat pembagian santunan kepada anak yatim.

Bukan itu saja, pemudik juga diberikan gratis minuman khas kebanggaan Kota Makmur, yakni jamu tradisional. Hal tersebut selain memantabkan Sukoharjo sebagai Kota Jamu, juga mengkampanyekan hidup sehat.

“Lebih baik minum jamu, lebih sehat,” tandas dia.

Soal perang terhadap narkotika terus digelorakan BNK Sukoharjo selama puasa. Penyuluhan bahaya narkoba menjadi agenda lain yang tidak dilupakan. Malah sasarannya bukan sebatas warga Sukoharjo, melainkan sampai ke warga Wonogiri.

Aris Arianto