Juara Nasional Bulutangkis Asal Wonogiri Digerogoti Penyakit Langka, Berat Badan Tinggal 30...

Juara Nasional Bulutangkis Asal Wonogiri Digerogoti Penyakit Langka, Berat Badan Tinggal 30 Kilogram

1225
Joglosemar | Aris Arianto
JUARA NASIONAL-Muhammad Al Fatih (14) berdiri diantara piala dan medali yang disusun rapi dalam almari rumahnya Giripurwo, Wonogiri, Selasa (13/6)

Remaja berprestasi Muhammad Al Fatih harus tergolek di rumah. Bagaimana perjuangan dari remaja yang menuai prestasi di bidang bulutangkis ini?

Namanya Muhammad Al Fatih (14). Juara nasional badminton yang juga tergabung dalam klub ternama PB. Djarum itu harus berjuang melawan penyakit langka, kolitis ultratif kronis.

Akibat terserang penyakit tersebut, kini Fatih hanya bisa beraktivitas terbatas di rumah. Berdiri atau berjalan pun tidak bisa lama-lama. Bahkan berat badannya turun drastis dari 45 kilogram menjadi hanya 30 kilogram.

“Sakitnya sudah setahun belakangan ini. Dia baru saja lulus SMP, tapi sementara tidak kami lanjutkan sekolahnya ke SMA, kami fokus dulu pada pengobatan dia,” ungkap ibunda Fatih, Hayu Sadirah Widyastuti, di kediamannya, Lingkungan Kerdu Kepik RT 4 RW 1, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Selasa (13/6/2017).

Hayu menceritakan penyakit langka tersebut menyerang anak kedua dari dua bersaudara itu ketika bergabung di PB. Djarum Kudus. Saat itu Fatih diduga terserang diare. Namun, ada darah yang keluar dari bagian duburnya.

Baca Juga :  Lebaran 3 Napi di Wonogiri  Langsung Bebas

Lantaran rumah sakit di Kudus minim peralatan, dia dirujuk ke RS Moewardi Solo lalu dirujuk lagi ke RS Dr. Sardjito Jogja. Lantaran belum ada perkembangan berarti, kini dia dirawat di rumah.

“Alhamdulillah waktu di rumah sakit semua biaya ditanggung PB. Djarum, jadi mereka bertanggungjawab. Saat ini dirawat di rumah sakit ya biaya sendiri, untung ada BPJS,” sebut istri Basofi itu.

Perempuan yang memiliki sejumlah kios di pasar-pasar tradisional itu mengatakan, sebulan sekali Fatih harus menjalani transfusi darah. Untuk kesehariannya harus makan makanan lunak.

Penyakit langka itu menyerang bagian usus besar, membuat dinding usus muncul bintik luka kecil mirip sariawan. Fatih juga masih sering mengeluarkan kotoran berupa darah berwarna hitam.

Baca Juga :  KECELAKAAN WONOGIRI : Truk vs Honda CB, Satu Pengendara asal Jatisrono Tewas

“Kami tetap semangat mengusahakan kesembuhan anak kami. Kami kangen saat dia jadi juara nasional,” tutur dia

Dia menceritakan, Fatih menyukai badminton sejak mau masuk SD di Wonogiri. Seiring berjalannya waktu, hobi tersebut menjadi prestasi. Dia langganan kejurkab maupun kejurprov. Hingga kemudian dilirik klub besar PB. Djarum Kudus sejak 2014.

Di klub tersebut prestasi dia semakin meroket. Fatih berhasil menjadi juara 3 Sirkuit Nasional (Sirnas) Badminton Nasional 2015, serta juara 3 Turnamen USM Badminton Internasional di tahun yang sama.

Kabid Pelayanan Medik RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Adi Dharma mengatakan, sudah mengambil tindakan terhadap Fatih, diantaranya rutin transfusi darah.

Dikatakannya, biaya perawatan selama ini ditanggung PB. Djarum, namun obat-obat luar yang harganya tidak murah harus ditebus sendiri.

“Usai Lebaran ini, rencana konsultasi penatalaksanaan lanjutan dokter spesialis,” kata Adi

Aris Arianto

BAGIKAN